KONTEKS.CO.ID - Terjadi insiden saat uji coba program Makan Bergizi Gratis di Nusa Tenggara Barat, pada Rabu, 15 Januari 2025.
Satuan Petugas Pelayanan Gizi Makan Bergizi Gratis (SPPG MBG) merampas kamera wartawan yang sedang meliput di Unit Dapur MBG Desa Rumbuk, Lombok Timur.
Tak hanya itu, mereka juga menghapus video hasil liputan.
Baca Juga: Bocoran iOS 19 Ungkap Desain Ulang Besar pada Aplikasi Kamera, Akhirnya Susul Android
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lombok Timur langsung merespons kejadian memalukan tersebut.
Mereka berencana melaporkan kasus tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan menteri yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis.
"Keputusan pengurus, kami akan bersurat kepada Presiden RI dan menteri yang menangani," kata Ketua PWI Kabupaten Lombok Timur Muludin, pada Minggu 19 Januari 2025.
Baca Juga: Menjabat Wamen BUMN dan Komisaris PLN, Aminuddin Ma’ruf Masih Sering Didemo
Muludin menilai, insiden tersebut merupakan persoalan serius.
Lantaran itu, dia akan membawa kasus ini ke ranah hukum.
"Bila perlu, kasus ini kami bawa ke ranah hukum," ujarnya.
Wartawan, kata Muludin, punya hak untuk meliput sehingga pihak lain tidak boleh merampas apalagi menghapus hasil karya jurnalistik.
"Jangankan seorang petugas dapur MBG, seorang presiden pun tidak boleh melakukan intimidasi dan arogansi terhadap wartawan yang sedang melakukan kerja jurnalistik," tegasnya.