olahraga

PBSI Gaungkan Transformasi dan Penguatan Ekosistem Bulu Tangkis di Hadapan Presiden BWF

Selasa, 31 Maret 2026 | 07:52 WIB
Ketua Umum PBSI Fadil Imran berfoto bersama Presiden BWF Khunying Patama Leewadtrakul seusai menerima penghargaan Meritorious Award di ajang Badminton Asia Awards 2026. (Foto: PBSI)

KONTEKS.CO.ID – PP PBSI menyerukan adanya transformasi dan penguatan ekosistem bulu tangkis saat penyelenggaraan Badminton Asia Exco Meeting, Annual General Meeting (AGM), Badminton Asia Award dan Gala Dinner 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada 27-28 Maret 2026 di Bali di mana Indonesia, yakni PBSI bertindak sebagai tuan rumah.

Kegiatan penting dalam olahraga tepok bulu ini dihadiri Presiden Badminton World Federation (BWF) Khunying Patama Leewadtrakul, Presiden Badminton Asia Kim Jong Soo dan para anggota asosiasi bulu tangkis se-Asia.

Baca Juga: Warga Desa Desa Soligi, Halmahera Selatan, Resmi Seret Harita Group ke Polisi: Kasus Perusakan Lahan Penipuan Dokumen

Pada momen tersebut, Ketua Umum PBSI Fadil Imran yang juga menjabat sebagai Vice President Badminton Asia menerima penghargaan Meritorious Award untuk kategori Governance And Leadership pada ajang Badminton Asia Awards 2026.

Penghargaan diberikan kepada para eksekutif yang memiliki kepemimpinan dan tata kelola Federasi untuk membentuk masa depan bulu tangkis yang lebih baik.

Fadil mengatakan, penghargaan itu dipandang sebagai cerminan kerja kolektif seluruh ekosistem bulu tangkis nasiona. Mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus dan pemangku kepentingan.

Baca Juga: Lagi, 2 Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL Tewas Seusai Kendaraannya Hancur Diledakkan di Libanon Selatan

“Ini bukan capaian individu. Ini adalah tentang tanggung jawab Bersama -kepada atlet, penggemar, dan generasi mendatang,” kata Fadil dalam kata sambutannya.

Di tengah persaingan yang kian ketat dengan berbagai bentuk hiburan dan dunia digital, bulu tangkis dinilai menghadapi titik krusial dan relevansi menjadi kata kunci. Badminton harus tetap relevan atau akan tertinggal.

Tiga agenda utama disorot. Pertama, menjaga relevansi dengan menghadirkan olahraga yang lebih dekat dan menarik bagi generasi muda.

Kedua, memastikan inklusivitas, agar bulutangkis tidak eksklusif bagi elite, melainkan hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Sebut Proyek Jumbo Blok Masela Siap Digeber, Investasi Bisa Tembus Rp300 Triliun!

Ketiga, memperkuat fondasi masa depan melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan inovatif, termasuk pemanfaatan sport science dan engagement digital.

Halaman:

Tags

Terkini