KONTEKS.CO.ID - Indonesia dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dalam dunia bulu tangkis, terutama di ajang bergengsi All England.
Prestasi Indonesia di kejuaraan tertua ini hanya kalah dari China, Denmark, dan Inggris.
Sejak pertama kali digelar pada 4 April 1898 di Guilford, Inggris, All England telah menjadi ajang yang sangat prestisius bagi para atlet bulu tangkis dunia.
Baca Juga: Panduan Lengkap SNPMB 2025: Jadwal, Cara Registrasi, dan Syarat Pendaftaran
Tan Joe Hok: Legenda Pebulu Tangkis Indonesia
Indonesia mulai mencetak sejarah di All England melalui sosok Tan Joe Hok, yang menjadi tunggal putra pertama dari Indonesia yang menjuarai turnamen ini pada tahun 1959.
Sebelum era kejayaan Liem Swie King dan Rudy Hartono, Tan Joe Hok telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Pria kelahiran Bandung, 11 Agustus 1937 ini, bukan hanya sukses di All England, tetapi juga di berbagai ajang internasional lainnya.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Prediksi Idul Fitri 1446 H Bakal Bersamaan dengan Warga Muhammadiyah
Ia menjadi bagian dari tim yang membawa Indonesia juara Piala Thomas pada tahun 1958, 1961, dan 1964. Selain itu, ia juga menjuarai Asian Games 1962.
Perjalanan Hidup Tan Joe Hok
Di balik kesuksesannya, Tan Joe Hok mengalami masa kecil yang penuh tantangan.
Ia tumbuh dalam kondisi serba kekurangan, terutama saat keluarganya harus hidup berpindah-pindah akibat perang kemerdekaan. Bandung, Sumedang, dan Tasikmalaya menjadi tempat-tempat yang pernah ia singgahi.
Ketertarikan Tan Joe Hok pada bulu tangkis dimulai saat melihat orang tuanya bermain bersama tetangga.
Baca Juga: Presiden Usul TNI yang Bertugas di Lembaga Lain Harus Pensiun Terlebih Dahulu
Berawal dari lapangan sederhana di rumahnya di Jalan Satria 15, Cicendo, Bandung, ia mulai menekuni olahraga ini meskipun awalnya tidak memiliki raket dan tidak memahami teknik dasar.