"Anda tahu, sulit bermain melawan Christo, dia berbeda dari banyak pemain lain. Dia bagus dalam bertahan, bagus dalam menyerang, dan dia juga kidal. Dia juga bermain ganda, yang membuatnya sangat nyaman dengan tembakan datar (drive)," ungkap Antonsen.
Wajib Panas Sejak Awal
Selain ancaman tunggal putra, ganda putra Prancis juga patut diwaspadai. Pasangan Popov bersaudara tercatat pernah menjegal langkah wakil Indonesia, Sabar/Reza, di ajang All England 2026.
Mengingat format beregu yang sangat dinamis, Indonesia wajib menurunkan skuad terbaik dan menjaga mentalitas sejak laga perdana.
Fajar Alfian menegaskan bahwa tim Indonesia harus segera menyesuaikan diri dengan atmosfer pertandingan dan tidak boleh membuang poin sekecil apa pun di fase grup melawan Prancis, Thailand, maupun Algeria.***
Artikel Terkait
PBSI Umumkan Harga Tiket Indonesia Open 2026: Mulai Rp40 Ribu
Beredar Kabar Aspar Team Minati Veda Ega Pratama untuk Moto3 Musim 2027
Kata-Kata Viktor Axelsen saat Mengumumkan Pensiun dari Bulu Tangkis, Perpisahan yang Mengharukan
Jejak Prestasi Viktor Axelsen di Bulu Tangkis, Salah Satu Bintang Fenomenal di Tunggal Putra
Viktor Axelsen Resmi Pensiun, Ginting hingga Mohammad Ahsan Ramai-Ramai Ucapkan Perpisahan!
Ginting Siap Jadi Senjata Rahasia Indonesia di Thomas Cup 2026: The King of Deception is Back!
Ada yang Berbeda dengan Polytron Indonesia Open 2026: Turnamen Bulu Tangkis Bergengsi Berbalut Teknologi Keberlanjutan
Duh, Janice Tjen Dikabarkan Cedera Seusai Bawa Indonesia Lolos Babak Playoff Billie Jean King Cup 2026
Mengulik Yonex CROSSWIND 70, Shuttlecock Sintetis yang Sudah Disetujui BWF untuk Turnamen Resmi
Membedah Victor Carbon Sonic Max, Shuttlecock Sintetis Berteknologi Tinggi yang Telah Diakui BWF