Terutama dalam hal stabilitas terbang dan respons terhadap pukulan keras.
Baca Juga: Unpad Nonaktifkan Profesor Diduga Pelaku Pelecehan Seksual ke Mahasiswi
“Shuttlecock ini dirancang untuk memberikan performa terbang yang konsisten dengan daya tahan lebih tinggi,” demikian keterangan pengembang.
Dalam aspek performa, produk ini juga diklaim mampu mendekati karakteristik shuttlecock bulu asli.
Tidak terkecuali pada aspek perlambatan benturan, salah satu parameter penting dalam permainan tingkat tinggi.
Baca Juga: Simpanse Bisa Perang Saudara, Ilmuwan IPB Ungkap Kemiripan Sosial dengan Manusia
Selain performa, aspek keberlanjutan menjadi fokus utama.
Produk ini dikembangkan dengan mempertimbangkan daur ulang di masa depan, sejalan dengan Yonex Environmental Vision 2050 yang mencakup tiga pilar: lingkungan, rantai pasok, dan kesejahteraan.
Sebagai bagian dari peluncuran, perusahaan juga menyiapkan program “Shuttle to Shuttle Challenge”.
Baca Juga: Profesor di Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswi Pertukaran
Itu adalah inisiatif untuk mengeksplorasi daur ulang shuttlecock bekas agar dapat diolah kembali menjadi produk baru yang masih bisa digunakan.
CROSSWIND 70 telah dirilis dalam jumlah terbatas di pasar tertentu pada akhir Maret 2026.
Shuttlecock ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari BWF untuk dicoba dalam turnamen resmi junior.
Baca Juga: Diduga Terima Uang Rp1,5 Miliar, Ketua Ombudsman Hery Susanto Atur Soal PNBP PT TSHI
Ada dua shuttlecock sintetis yang sudah dapat persetujuan BWF, selain CROSSWIND 70 juga ada VICTOR New Carbon Sonic Max Synthetic Shuttlecock (SC‑NCS‑MAX‑12).***
Artikel Terkait
Kisah ‘Rising Star’ Afsel Mencintai Bulu Tangkis setelah Melihat Shuttlecock Melesat Cepat
Air Mata dan Ribuan Uji Shuttlecock, Megha Gambhir Menggebrak Dunia Bulu Tangkis dengan Stupa IRS
BWF Setujui Penggunaan Shuttlecock Sintetis, Ini Dua Merek yang Diperbolehkan
Stok Bulu Angsa Terus Menurun, Penggunaan Shuttlecock Sintetis Tak Bisa Ditunda Lagi