Efriza menyoroti transformasi digital yang belum mencapai titik optimal sebagai titik lemah kepemimpinan Meutya saat ini.
Loyalitas Lebih "Sakti" dari Rapor Merah?
Efriza menyimpulkan bahwa dalam gaya kepemimpinan Prabowo, kinerja yang kurang memuaskan bisa jadi dimaafkan asalkan loyalitasnya teruji.
Baca Juga: Tablet Rasa HP! Huawei MatePad Mini: Layar 8,8 Inci, Tipis Banget, Enteng Masuk Kantong
Reshuffle diprediksi bukan sekadar soal siapa yang bermasalah secara teknis, tapi siapa yang dianggap kurang sejalan dengan agenda besar sang Presiden.
"Bahkan, rasanya ragu Presiden Prabowo punya nyali melakukan reshuffle terhadap menteri-menteri tersebut. Sekadar menggeser posisinya saja perlu kehati-hatian ekstra," pungkas Efriza.
Daftar Menteri yang Masuk Radar Evaluasi:
- Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM): Isu fokus kerja & loyalitas ganda.
- Meutya Hafid (Menkomdigi): Isu optimalisasi transformasi digital.
- Widiyanti Putri Wardhana (Menpar): Isu kompetensi manajerial & anggaran.
- Natalius Pigai (Menteri HAM): Disorot publik, namun dinilai aman karena loyalitas.***