nasional

China Bantah Isu Militer di Selat Lombok, Pakar Nilai Sensor Laut Bisa Digunakan Lacak Kapal Selam

Jumat, 17 April 2026 | 12:51 WIB
Alat sensor bawah laut milik China yang ditemukan di Selat Lombok. (RRI)

KONTEKS.CO.ID - Pemerintah China merespons temuan perangkat bawah laut di Selat Lombok dengan menepis berbagai spekulasi yang berkembang.

Beijing menyebut tidak ada yang perlu dicurigai dari keberadaan alat tersebut.

“Tidak perlu ada interpretasi berlebihan atau kecurigaan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Baca Juga: Korea Tinggalkan Pemain Andalan, Thomas Cup 2026 Jadi Ajang Pertaruhan Generasi Baru

Menurut pihak China, perangkat penelitian kelautan dapat saja terbawa arus hingga memasuki wilayah negara lain akibat gangguan teknis atau faktor lain, dan hal itu dianggap sebagai praktik yang lazim secara internasional.

Namun, sejumlah analis menilai perangkat tersebut berpotensi memiliki fungsi ganda, baik untuk kepentingan sipil maupun militer.

Pakar keamanan maritim dari Singapura, Collin Koh, menyebut sistem sensor tersebut memiliki kemampuan yang relevan untuk peperangan bawah laut.

Baca Juga: Tablet Rasa HP! Huawei MatePad Mini: Layar 8,8 Inci, Tipis Banget, Enteng Masuk Kantong

“Dengan sensor akustik yang dimilikinya, alat ini bisa digunakan untuk mendeteksi kapal selam, meskipun data tetap perlu dikirim ke pusat untuk diproses,” ia menjelaskan.

Pandangan lebih tajam disampaikan analis dari Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis.

Ia menduga perangkat tersebut sengaja ditempatkan untuk memantau aktivitas kapal selam di jalur strategis.

Baca Juga: Khutbah Jumat 17 April 2026: Amaliah Terbaik Pasca-Ramadan, Banyak yang Tahu tapi Sulit Dilakukan

“Kemungkinan alat ini dikerahkan untuk memonitor pergerakan kapal selam di selat tersebut,” ujarnya.

“Tujuannya agar dalam situasi konflik, mereka bisa melacak dan bahkan menyerang target dengan lebih efektif.”

Halaman:

Tags

Terkini