Menurut dia, inti ceramah JK pada 5 Maret lalu adalah pembelajaran tentang cara mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, merujuk pada pengalaman konflik di Poso dan Ambon.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Pulau Saringi NTB, Getaran Terasa hingga Bali
JK saat itu mengatakan realitas sosiologis yang berkembang di tengah konflik. Yakni, kedua pihak baik Muslim maupun Kristen, menggunakan jargon agama dalam membenarkan tindakan kekerasan.
Konflik Poso dan Ambon adalah merupakan konflik bernuansa SARA yang sulit dihentikan dan telah menelan korban ribuan jiwa. Yaitu, sekitar 2.000 orang di Poso dan 5.000 jiwa di Ambon.
Dalam ceramahnya, JK menegaskan pemahaman yang berkembang saat itu harus diluruskan. Sebab saling membunuh tidak dibenarkan dalam agama mana pun.
"Maka Pak JK mengatakan, Anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh, bukan masuk surga. Karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk bertindak demikian," kata Husain. ***