nasional

Bukan Ekstrem, BMKG Sebut Kemarau 2026 Lebih Kering Dibanding Rata-rata 30 Tahun

Selasa, 14 April 2026 | 12:34 WIB
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 lebih kering dalam 30 tahun. (Foto: pixabay/Alexandra_Koch)

Ada atau tidak ada El Nino, lanjut Fachri, Indonesia tetap ada musim kemarau sepanjang tahun. Sebab, beriklim tropis yang hanya ada musim hujan dan kemarau.

Baca Juga: Tampil Gacor Bersama Persija, Begini Respons Berkelas Eksel Runtukahu saat Ditanya Kans Dipanggil ke Timnas Indonesia

"Karena kemarau tahun ini berbarengan dengan aktifnya El Nino, sehingga curah hujannya relatif lebih sedikit. Saat ini intensitas El Nino masih dalam kategori lemah," katanya.

Sementara, intensitas El Nino diperkirakan meningkat dari kategori lemah menjadi moderat pada triwulan III tahun 2026, tepatnya sekitar bulan Agustus, September, hingga Oktober sebagaimana analisis dari tim klimatologi BMKG.

Menurut Fachri, informasi ini harus ditanggapi serius. Namun, masyarakat tak perlu berlebihan atau bahkan menjadi panik.

Ditekankan, kolaborasi lintas sektor dan masyarakat untuk melakukan mitigasi menjadi hal yang paling penting, sehingga ketersediaan air bersih dan keberlangsungan pertanian-perkebunan terjaga.

Baca Juga: Anwar Usman Pensiun dari MK, Sebut Putusan Syarat Capres-Cawapres Tak Ada Kaitannya dengan Gibran

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa memang tahun ini musim kemarau kita relatif lebih kering dibandingkan dengan rata-ratanya, kemudian ada fenomena El Nino gitu ya," ujar Fachri.

"Tapi, El Nino itu hanya ada El Nino lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat gitu ya, jadi tidak ada El Nino-El Nino lain, tidak ada El Nino Pokemon, tidak ada El Nino King Kong itu nggak ada ya," pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini