Pertama adalah menyelesaikan sengketa MT Arman 114 di level politik tertinggi.
Baca Juga: Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji, Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji
“Penghentian rencana lelang dan penyelesaian non-litigasi akan menjadi sinyal iktikad baik yang sangat penting, meski mungkin tidak disukai Washington,” kata Jannus.
Kedua, memanfaatkan BRICS untuk memperkuat kemandirian ekonomi.
Jannus menilai Indonesia harus mulai membangun kerja sama energi dan sistem pembayaran alternatif dengan negara BRICS. “Termasuk dengan Iran untuk mengurangi risiko sanksi sekunder,” ucapnya.
Baca Juga: Belanja Negara Naik 31%, Masih Batas Wajar Bila Disiplin Fiskal Terjaga
Ketiga, melakukan rekonsiliasi melalui diplomasi personal. Jannus menyarankan rencana kunjungan Presiden Prabowo ke Teheran untuk bertemu Mojtaba Khamenei.
“Di Timur Tengah, diplomasi bergantung pada pengakuan personal dan harga diri (izzah). Konsolidasi hubungan harus dimulai dari level pemimpin,” Jannus, menulis.
Ia mengingatkan Indonesia tak boleh membiarkan statusnya sebagai kekuatan menengah Asia terkikis oleh tekanan eksternal.
“Jika Indonesia gagal menunjukkan independensi yang konsisten, setiap krisis di Timur Tengah akan menjadi ancaman laten bagi stabilitas ekonomi domestik,” ujarnya.***