KONTEKS.CO.ID - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) membagikan kaus dari dalam mobilnya saat hendak meninggalkan kediamannya untuk menghadiri sebuah acara keluarga.
Sejumlah warga yang mengantre sontak berebut mendekati mobil Jokowi untuk bisa mendapatkan kenang-kenangan kaus dari mantan Wali Kota Solo itu.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @solokini, Rabu, 25 Maret 2026 nampak Jokowi yang mengenakan kemeja dan topi berwarna putih itu membagikan kaus 'Militan' berwarna hitam bergambar dirinya kepada menyambut yang begitu antusias.
Baca Juga: SBY dan Jokowi Bakal Hadiri Open House Prabowo di Istana
Aksi spontan itu langsung memicu reaksi cepat dari warga. Mereka berdesakan mendekati kendaraan demi mendapatkan kaus bergambar Jokowi yang dilemparkan dari balik jendela mobil.
Antrean Panjang Berujung Rebutan
Sejak awal, puluhan warga sudah berkumpul di sekitar rumah Jokowi dengan harapan bisa bertemu langsung, bahkan sekadar berfoto bersama.
Namun, rencana tersebut tidak terwujud karena Jokowi harus segera berangkat menghadiri acara keluarga.
Ketika mobil mulai bergerak keluar, situasi berubah. Warga yang sebelumnya hanya menunggu, mendadak berebut mendekat saat melihat Jokowi mulai membagikan kaus.
Antusiasme itu tak terbendung, tangan-tangan terulur, suara riuh terdengar, dan suasana menjadi ramai dalam hitungan detik.
Respons atas Kekecewaan Warga
Keputusan Jokowi membagikan kaus dinilai sebagai bentuk respons terhadap kekecewaan warga yang gagal bertemu langsung. Meski sederhana, langkah tersebut cukup efektif meredam suasana.
Baca Juga: Roy Suryo Ungkap Surat Perintah 11 Maret 2026 di Balik Pengakuan Rismon Ijazah Jokowi Asli
Alih-alih pulang dengan tangan kosong, sebagian warga justru membawa pulang kenang-kenangan berupa kaus bergambar sosok yang mereka nantikan.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Projo, Budi Arie Setiadi juga terlihat turut menyambangi rumah kediaman Jokowi untuk silaturahmi dalam momen Lebaran.
Hal ini menunjukkan bahwa kediaman Jokowi tetap menjadi titik temu penting, tidak hanya bagi masyarakat umum, namun juga bagi tokoh-tokoh politik nasional yang dikenal dekat dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.***