KONTEKS.CO.ID - Indonesia resmi menerima tiga unit jet tempur Rafale buatan Prancis sebagai gelombang pertama pengiriman alutsista strategis, Jumat 23 Januari 2026.
Pesawat ketiga tersebut kini telah berada di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, dan siap dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara.
Kedatangan ini menjadi langkah awal realisasi kontrak pengadaan total 42 unit Rafale yang dipesan Kementerian Pertahanan RI.
Baca Juga: Tiga Jet Tempur Rafale Tiba di Indonesia, TNI AU Mulai Perkuat Pertahanan Udara dari Pekanbaru
Kemhan: Jet Tempur Rafale Sudah Diserahterimakan dan Siap Operasi
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa proses administrasi dan teknis telah rampung.
“Pesawat-pesawat tersebut telah diserahkan dan siap digunakan oleh Angkatan Udara Indonesia,” ujar Rico kepada Reuters.
Ia menyebutkan penempatan awal di Pekanbaru dilakukan untuk mendukung kesiapan operasional dan infrastruktur yang telah disiapkan.
Jet Tempur Rafale Generasi 4,5 Andalan Prancis
Rafale merupakan jet tempur generasi 4,5 buatan Dassault Aviation yang selama ini menjadi tulang punggung Angkatan Udara Prancis.
Pesawat ini mulai dioperasikan sejak awal 2000-an dan hingga 2024 telah dikirim lebih dari 240 unit ke berbagai negara.
Indonesia memilih jet tempur Rafale sebagai bagian dari strategi diversifikasi alutsista sekaligus penguatan postur pertahanan udara nasional.
Spesifikasi Jet Rafale dan Performa Tinggi
Jet Tempur Rafale memiliki panjang 15,3 meter dengan jarak sayap 10,9 meter. Pesawat bermesin ganda Safran M88-2 ini mampu melaju hingga Mach 1,8 atau sekitar 1.900 km/jam.
Radius tempurnya mencapai 1.850 kilometer, dengan jangkauan jelajah hingga 3.700 kilometer menggunakan tangki tambahan.
Total 14 titik senjata memungkinkan Rafale membawa muatan hingga 9,5 ton.