KONTEKS.CO.ID - Barisan Aktivis 98 mendesak Presiden Prabowo segera mencopot Kapolri beserta jajaran yang bertanggung jawab langsung atas meningkatnya eskalasi kerusuhan di berbagai daerah.
Mereka menilai kepemimpinan Polri gagal menjaga ketertiban dan justru menjadi bagian dari sumber persoalan, khususnya dalam kasus kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.
“Pencopotan Kapolri, Kabaharkam, dan Kapolda Metro Jaya adalah harga mati. Ini bentuk pertanggungjawaban atas tindak kekerasan yang selalu berulang terhadap rakyat dan kegagalan mengendalikan situasi di lapangan,” tegas pernyataan resmi Aktivis 98, Sabtu (30/8/2025).
"Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindak kekerasan dan pembunuhan yang selalu dilakukan berulang terhadap rakyat dan ketidakmampuan mengatasi eskalasi kerusuhan di lapangan secara presisi."
Aktivis 98 juga menyebut publik semakin sulit mempercayai proses hukum yang dijalankan Polri.
Meski institusi kepolisian telah mengumumkan penangkapan tujuh orang yang disebut sebagai pelaku pembunuhan Affan, kecurigaan masyarakat tetap tinggi.
“Dengan seluruh perilaku manipulatif Polri yang selama ini dirasakan, rakyat sulit percaya tujuh orang inilah yang benar-benar berada di Barakuda yang melindas Affan," kata jajaran Aktivitas 98.
"Terlebih di media sosial sudah muncul keraguan tentang adanya ‘pemeran pengganti’.”
Kritik itu tidak berhenti pada kasus Affan. Aktivis 98 menilai krisis kepercayaan terhadap Polri sudah mengakar dan menuntut langkah perombakan menyeluruh.
Menurut mereka, hanya dengan reformasi total, kepolisian bisa kembali mendapat legitimasi rakyat.
“Sudah saatnya reformasi di tubuh Polri dijalankan secara serius, bukan hanya jargon. Tanpa itu, kekerasan aparat akan terus berulang dan kerusuhan sulit dikendalikan,” tegas Aktivis 98.