KONTEKS.CO.ID - Pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna merupakan masa yang paling ditunggu jemaah.
Namun di balik itu, momen puncak haji ini juga yag paling menantang di dalam prosesi berhaji.
Dengan jutaan orang berkumpul di satu tempat, haji adalah aktivitas ibadah yang memerlukan energi besar. Ditambah suhu udara ekstrem di Tanah Suci yang kerap mencapai titik tertingginya.
Baca Juga: Kemnaker Larang Syarat 'Good Looking' dan Diskriminatif dalam Rekrutmen, Target Kurangi Pengangguran dan Kemiskinan Ekstrem
Kondisi itu membuat risiko heat stroke atau serangan panas menjadi ancaman serius yang harus dihadapi jemaah.
“Heat stroke merupakan situasi kedaruratan yang dapat mengancam jiwa, jika tidak ditangani dengan cepat. Heat stroke terjadi ketika suhu udara tinggi dan tubuh tidak lagi mampu mengontrol suhunya sendiri sehingga menyebabkan suhu inti tubuh meningkat drastis mencapai di atas 40 derajat Celsius atau 104 derajat Fahrenheit,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, di Mekah, Arab Saudi, Sabtu 31 Mei 2025.
Menurut Liliek, kondisi ini dapat merusak otak, jantung, ginjal, dan otot. Dia pun menyebutkan sejumlah gejalanya.
Baca Juga: Hamas Respons Tukar 10 Sandera dan 11 Jasad dengan 1.111 Warga Gaza yang Ditangkap Israel
Gejala umum Heat stroke meliputi:
- Suhu tubuh yang sangat tinggi,
- Kulit panas, merah, dan kering atau terkadang lembap jika masih ada keringat,
- Sakit kepala berdenyut,
- Pusing dan kebingungan,
- Mual dan muntah,
- Denyut nadi cepat dan kuat,
- Hilang kesadaran atau kejang.
Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Agama mengingatkan jemaah untuk terus menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga: Tanggal Peluncuran vivo X200 FE dan X Fold5 Bocor di Internet
“Kami tak bosan-bosan mengimbau agar para jemaah menjaga kesehatannya, diatur minum air putih/zamzamnya hingga mencapai 2 liter dan cegah dehidrasi dengan rutin minum oralit. Bagi jemaah yang mempunyai riwayat penyakit komorbid harap selalu menyediakan obat-obatannya di tas kecil yang selalu dibawa,” pintanya.
Untuk menghindari serangannya yang mematikan, jemaah haji bisa melakukan sejumlah tindakan pencegahan.
Berikut rincian tindakan pencegahan penyakit heat stroke:
1. Hidrasi Maksimal adalah Kunci Utama
- Minum air putih teratur dan tak menunggu haus terlebih dulu.
- Minumlah air putih sesering mungkin, sedikit demi sedikit, tiap 15-20 menit.
- Manfaatkan air Zamzam.
- Rutin minum oralit untuk menggantikan cairan elektrolit tubuh yang hilang karena suhu udara tinggi.
Baca Juga: Preview PSG vs Inter di Final UCL 2025: Enrique Optimis Bikin Sejarah, Inzaghi Tak Mau Gagal Lagi
- Hindari minuman manis dan berkafein seperti minuman bersoda, kopi, atau teh manis. Ini malah bisa mempercepat dehidrasi.
- Bawa botol minum pribadi dengan selalu menyediakan botol minum yang dapat diisi ulang.
2. Lindungi Diri dari Paparan Sinar Matahari Langsung
- Gunakan pelindung kepala seperti topi lebar, payung, atau kanebo/handuk basah yang dililit di kepala. Ini sangat efektif melindungi dari sengatan Matahari.
- Cari tempat berteduh, sebisa mungkin, hindari beraktivitas di bawah terik Matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
- Manfaatkan tenda atau area yang teduh.
3. Istirahat Cukup dan Jangan Memaksakan Diri ke Luar
- Prioritaskan istirahat, meskipun semangat ibadah tinggi karena tubuh memerlukan istirahat. Tidur yang cukup sangat penting untuk memulihkan stamina.
- Kenali batas diri, jika merasa lelah, pusing, atau tidak enak badan, segera beristirahat. Jangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang terlalu berat.
Baca Juga: Cari Hidup Adem? Ini 3 Tempat Tersepi di Yogyakarta yang Cocok Buat Healing dan Nikmati Masa Tua
4. Nutrisi Seimbang serta Makan Tepat Waktu
- Makan dengan teratur dan konsumsi makanan yang disiapkan tepat waktu.
- Perhatikan batas waktu konsumsi.
- Konsumsi makanan bergizi. Pastikan asupan nutrisi seimbang untuk menjaga energi dan daya tahan tubuh.
5. Gunakan Teknologi Sederhana
- Semprotan air yang berisi air dingin atau air Zamzam sehingga dapat memberikan efek sejuk dan membantu menurunkan suhu tubuh.
- Kipas angin genggam/portabel atau kipas manual dapat membantu sirkulasi udara di sekitar tubuh.
6. Segera Cari Pertolongan Jika Ada Gejala
- Jangan tunda lagi jika Anda atau jemaah lain menunjukkan gejala heat stroke atau merasa tidak enak badan. Segera laporkan kepada petugas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Kabar Terakhir Jet Tempur KF-21 Boramae, Hasil Kerja Sama Korsel dan RI
- Sediakan selalu obat-obatan pribadi di dalam tas kecil yang selalu dibawa ke mana pun berada.
- Bagi jemaah jika memiliki riwayat penyakit tertentu, informasikan kepada ketua rombongan atau tenaga kesehatan haji kloter (TKHK).
“Semoga tips ini mencegah heat stroke dan para jemaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji di Armuzna dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Sehingga mendaparkan haji yang mabrur. Ingat, kesehatan adalah modal utama dalam beribadah,” pungkas Liliek. ***
Artikel Terkait
Jelang Puncak Haji, Jemaah Diminta Tak Bepergian ke Luar Kota Perhajian
Puncak Haji, Jemaah Nafar Awal Mulai Tinggalkan Mina
Kemenag Cari Solusi Pasangan Jemaah yang Terpisah Jelang Puncak Haji di Armuzna
Saudi Tak Terbitkan Visa Furoda, AMPHURI: Jemaah Haji Jangan Sampai Dirugikan
Jelang Puncak Haji, Puluhan Jemaah RI Dirawat karena Gangguan Tulang dan Sendi: Keseringan Umrah