kontekstory

Ironi Calon Astronaut Indonesia Pratiwi Sudarmono: Dijegal Pesawat Challenger Meledak, Ditarik Pulang Habibie Setelah Latihan Belasan Tahun di NASA!

Rabu, 15 April 2026 | 14:15 WIB
Astronot Indonesia, Pratiwi Sudarmono, mengenakan seragam NASA dan membawa miniatur pesawat ulang-alik Challenger saat masih menjalani pelatihan di Florida, AS. (Foto: NASA)

“Jadi memang susah sekali, alatnya kecil-kecil badannya melayang-layang,” tambahnya.

Bencana Challenger Meledak

Takdir tak dapat ditolak. Lima bulan menjelang misi, tepatnya pada 28 Januari 1986, pesawat ulang-alik Challenger meledak setelah 73 detik diluncurkan.

Tragedi besar itu pun mengubur mimpi besar Presiden Soeharto mengirimkan warga terbaiknya ke luar angkasa.

Baca Juga: Lika-liku Relasi Benny Mordani dan Ali Moertopo, Dua Raja Intel Kepercayaan Soeharto yang Terhempas

Meluncur dari Bandar Antariksa Kennedy, Florida, Amerika Serikat, Challenger hancur berkeping-keping.

Ledakannya menciptakan bola api raksasa dan kepulan asap putih di udara. Jutaan pasang mata yang menyaksikan secara langsung maupun melalui siaran televisi terdiam tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Penerbangan misi ke-10 Challenger tersebut membunuh tujuh antariksawan, termasuk astronaut yang menjadi peserta program Guru di Luar Angkasa, Christa McAuliffe.

Pil pahit terpaksa diterima Pemerintah Indonesia. Tragedi Challenger membuat NASA mendesain ulang cara kerja serta misi penerbangan berawak ke luar angkasa.

Baca Juga: Operasi Senyap 4 Januari 1946: 'Kereta Malam' Bung Karno dan Hijrahnya Ibu Kota Negara ke Yogyakarta

Badan tersebut mengubah teknis peluncuran pesawat ulang-alik, dan membangun budaya keselamatan dan akuntabilitas terbaru bagi anggota stafnya.

Misi STS-51L pesawat ulang-alik Challeger lepas landas dari menara di Kompleks Peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida pada 28 Januari 1986. (Foto: NASA)

Fatalnya lagi, NASA menyetop program pesawat ulang-aliknya selama 2,5 tahun. Mereka baru meluncurkan misi berawak ke luar angkasa lagi tahun 1988 memanfaatkan varian pesawat ulang-alik yang baru, Namanya Discovery.

Astronaut yang ditunjuk pada misi kebangkitan itu hanya dari kalangan militer.

Krismon dan Penarikan Pratiwi dari NASA

Ledakan Challenger sebenarnya tak membatalkan rencana Indonesia mengirimkan putra-putri terbaiknya ke luar angkasa.

Baca Juga: Ali Sadikin, Jenderal Marinir Bintang 4 Pertama di Indonesia: Arsitek Korps Marinir, Arsitek Pembangunan Jakarta yang Dicerca Ulama Gegara Judi

Halaman:

Tags

Terkini