KONTEKS.CO.ID - Fakultas Kedokteran adalah salah satu jurusan yang sulit ditembus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau golden ticket.
Namun Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Kediri menempatkan dua siswa-siswinya menjadi pemegang golden ticket Fakultas Kedokteran, tepatnya di Univeristas Airlangga Surabaya atau Unair.
Mereka yang memegang golden ticket Fakultas Kedokteran Unair adalah Chandra Nur Iman Ardiyan dan Alyssa Salsabila Putri Handika.
Baca Juga: Sejarah Baru, Batavia Madrigal Singers dan Jakarta Concert Orchestra Asal Indonesia Tampil di Hadapan Paus Fransiskus
Kedua anak madrasah ini sempat tak menyangka bisa lolos seleksi di Fakultas Kedokteran Unair. Sebab, dalam beberapa kesempatan, golden ticket jalur undangan atau SNBP hanya menerima satu siswa per sekolah.
Bahkan, tahun ini kuota golden ticket Fakultas Kedokteran Unair sangat terbatas, hanya tujuh tiket!
Pengumuman seleksi digelar secara online via zoom meeting yang berlangsung, pada akhir bulan kemarin. Pada kesempatan itu, Rektor Unair Prof Mohammad Nasih memberikan beberapa arahan dan memaparkan poin-poin penilaian kepada 103 peserta nominasi penerima golden ticket dari total 796 pendaftar.
Baca Juga: Kementerian Desa Buka Lowongan Duta Digital 2023, Ini Syaratnya
Tak mudah bagi Alyssa dan Chandra masuk nominasi. Sejumlah jalan terjal harus mereka lalui.
Salah satunya adalah menjuarai olimpiade kedokteran paling bergengsi, Medical Science and Aplication Competition (Medspin) 2022 yang dihelat Fakultas Kedokteran Unair. Mereka juga wajib melampirkan sejumlah sertifikat prestasi bergengsi tingkat nasional dan internasional.
“Kami yakin peluang kami untuk masuk di kedokteran Unair terbuka lebar karena kami juara 1 Medspin. Selain itu, beberapa indikator lain seperti berpartisipasi di Airlangga Education Expo (AEE) hingga reputasi dan posisi ranking sekolah juga jadi pertimbangan kampus,” ungkap Alyssa.
Baca Juga: Lifter Muda Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Asia Angkat Besi 2022
Sementara, Chandra bercerita kalau dirinya juga harus membagi konsentrasi. Saat pengumuman nominasi golden ticket, dia sedang pelatihan nasional Kompetisi Sains Nasional (Pelatnas KSN) di Bandung, untuk mewakili Indonesia di ajang olimpiade kimia Internasional tahun ini. Chandra sebelumnya adalah peraih medali perak KSN bidang Kimia.
“Saya terpaksa harus membuka dua laman zoom meeting secara bersamaan. Satu mendengarkan pengumuman golden ticket, satu lagi pelatihan,” kenang putra seorang PNS yang bekerja di Polresta Kediri ini.
Kepala MAN 2 Kota Kediri, Nursalim, beryukur atas capaian ini. Apalagi, tahun ini madrasahnya telah mencapai tahun emas.
Baca Juga: Luar Biasa! Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi Juarai Turnamen WTA 125
MAN 2 Kota Kediri sendiri telah mengoleksi lebih dari 130 prestasi. Mulai dari medali emas OSN, KSM, juara 1 Robotik UGM dan ITS juga internasional.
Prestasi lainnya, juara 1 Myres hingga olimpiade kedokteran paling bergengsi Medspin Unair 2022. Capaian tersebut juga memengaruhi siswa tembus ke berbagai kampus PTN bergengsi.
MAN 2 Kediri kini menduduki peringkat 151 terbaik nasional dan 14 regional Top 1000 LTMPT 2022.
Baca Juga: Apik Tenan! Siswa Madrasah Asal Yogyakarta Ini Diterima di 5 Perguruan Tinggi Luar Negeri Sekaligus
“Adalah sebuah kewajiban bagi kami selaku guru untuk mengantar siswa mencapai prestasi terbaiknya. Potensi dan ikhtiar mereka sejatinya yang mengantarkan siswa ke gerbang kesuksesan. Satu etape telah mereka lalui. Terus semangat dan berusaha melangkah ke etape berikutnya,” kata Nursalim. ***
Artikel Terkait
Mahasiswi Kedokteran Unair Tewas di Mobil, Kepala Dibungkus Plastik dan Dilakban
Mahasiswi Kedokteran Unair yang Tewas Tinggalkan Dua Surat Berbahasa Inggris
Tewas di Mobil, Mahasiswi Kedokteran Unair Punya Prestasi Akademik Bagus
POGI Tulis Surat Terbuka Protes Pemecatan Dekan FK Unair yang Tolak Dokter Asing
Profil Lengkap Ketua MA Sunarto: Kelahiran Sumenep Jebolan Unair Surabaya