KONTEKS.CO.ID - Persoalan pupuk menjadi hal kunci dalam krisis pangan yang diperkirakan terjadi 8 bulan kedepan. Adapun World Bank, Asian Development Bank (ADB), The Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) telah mencermati khusus persoalan ini.
Menteri keuangan Sri Mulyani mengungkapkan hal tersebut
Selasa 12 Oktober 2022 dalam konferensi pers The 1st Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting dan disiarkan secara daring.
Sri Mulyani mengatakan jika terjadi disrupsi, maka resiko terjadi krisis pangan akan nyata ditahun depan.
Oleh karena itu G20 menyepakati bahwa pasokan pupuk harus menjadi perhatian agar dunia terhindar dari krisis pangan. Saat ini, terjadi disrupsi pasokan yang menyebabkan harga pupuk meningkat, di antaranya imbas dari serangan Rusia ke Ukraina.
Sebelum presidensi G20 Indonesia selesai, diharapkan tahun ini pemetaan masalah dan penyusunan kerangka kebijakan awal terkait masalah pangan terselesaikan.