KONTEKS.CO.ID – Kinerja penjualan eceran Indonesia pada Maret 2026 diprakirakan tetap tumbuh, meski tidak sekuat bulan sebelumnya.
Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diproyeksikan meningkat 2,4 persen secara tahunan (yoy).
Bank Indonesia menyebut pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan berbagai penjualan.
Baca Juga: Sejumlah Menteri Israel Beri Sinyal Zionis Segera Serang Iran Lagi
Mulai penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.
“Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 9,3 persen (mtm),” demikian keterangan resmi Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Senin, 13 April 2026.
“Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 4,1 persen (mtm).”
Baca Juga: Prestasi Internasional Mahasiswa UGM di Bidang Antariksa Tak Boleh Berhenti di Kompetisi
Kenaikan secara bulanan ini didorong peningkatan permintaan rumah tangga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Dua hari besar itu adalah periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026.
Beberapa sektor yang mencatatkan lonjakan antara lain peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta subkelompok sandang.
Baca Juga: Survei Capres Cawapres, Prabowo dan Gibran Teratas di Top of Mind Pilpres 2029
Sebelumnya, pada Februari 2026, penjualan ritel tumbuh 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Januari yang sebesar 5,7 persen (yoy).
Pertumbuhan tersebut juga didukung peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok barang, terutama suku cadang, makanan dan minuman, serta sandang.***