ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.105 per Dolar AS, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB
Nilai tukar rupiah melemah lagi hari ini. (Canva.com)

 

KONTEKS.CO.ID - Nilai tukar rupiah mencatatkan pelemahan tajam hingga menyentuh level Rp17.105 per dolar AS pada perdagangan Selasa (7/4/2026). Posisi ini menjadi titik terendah sepanjang sejarah pergerakan rupiah, melampaui level krisis moneter 1998 yang sempat berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan, rupiah melemah 70 poin atau sekitar 0,41 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat nilai tukar di level Rp17.092 per dolar AS.

Sepanjang sesi perdagangan, tekanan terhadap rupiah sempat lebih dalam hingga melemah 75 poin sebelum akhirnya sedikit pulih menjelang penutupan.

Pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: Harga Avtur Naik, Seberapa Kuat Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Tiket Pesawat Domestik

Ketidakpastian meningkat menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump, kepada Iran terkait pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir memperketat ekspektasi pasokan minyak global dan mendorong kenaikan premi risiko di pasar energi.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru menunjukkan penguatan.

Yen Jepang menguat 0,08 persen, baht Thailand naik 0,21 persen, dan yuan China menguat 0,33 persen. Sementara peso Filipina melemah 0,46 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,77 persen.

Mata uang lain seperti dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga mencatatkan penguatan masing-masing sekitar 0,10 persen pada penutupan perdagangan.

Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran, Warga Mulai Cemas: Kami Tak Bisa Berbuat Apa-apa!

Sementara mata uang utama negara maju turut bergerak di zona hijau, dengan euro menguat 0,23 persen, poundsterling Inggris naik 0,03 persen, serta franc Swiss menguat 0,18 persen.

Dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing menguat 0,12 persen dan 0,18 persen.***

Tags

Terkini