Mila memilih mengatur ulang porsi ketimbang menaikkan harga. “Saya normalkan saja jadi standar,” ucapnya.
Pedagang es teh di Situbondo juga merasakan hal yang sama.
Harga cup plastik yang semula Rp7 ribu kini mencapai Rp11 ribu. Namun mereka tetap mempertahankan harga jual.
“Saya tetap jual Rp3 ribu per gelas. Khawatir pembeli tidak kembali lagi,” kata Nur Jamila.
Meski keuntungan menyusut, para pedagang memilih bertahan tanpa menaikkan harga.
“Terpenting laris, meskipun untung sedikit,” ujar Evita, pedagang es teh lainnya.***