ekonomi

Bahlil Ungkap Arah Baru Energi Nasional: Hilirisasi Dikebut, 13 Proyek Baru Siap Digodok

Kamis, 26 Maret 2026 | 06:35 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (Foto: BPMI Setpres RI)

KONTEKS.CO.ID - Pemerintah terus mendorong percepatan program hilirisasi industri dan penguatan ketahanan energi nasional.

Langkah ini dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri di Hambalang, Bogor, Rabu, 25 Maret 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa hilirisasi menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam.

Puluhan Proyek Hilirisasi Mulai Berjalan

Bahlil mengungkapkan, dari total 20 proyek hilirisasi tahap awal, sebagian sudah memasuki tahap pembangunan awal atau groundbreaking. Sementara proyek lainnya dijadwalkan mulai berjalan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Viral Wajah Mirip Menteri ESDM, Satpam Stasiun Plered Pipik Langsung Ditawari Kerja oleh Bahlil Lahadalia

“Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi,” ujar Bahlil, mengutip laman Setneg RI, Kamis, 26 Maret 2026.

Tambahan proyek tersebut diharapkan memperkuat rantai industri dalam negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas.

Energi Alternatif Jadi Fokus Tambahan

Selain hilirisasi, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi alternatif untuk mendukung kemandirian energi nasional. Presiden Prabowo menekankan pentingnya memaksimalkan seluruh potensi energi yang tersedia di dalam negeri.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO, termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan,” imbuh Bahlil.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas perkembangan harga komoditas energi dan mineral di pasar global, terutama batu bara dan nikel.

Bahlil menegaskan bahwa hingga kini belum ada perubahan kebijakan terkait kedua komoditas tersebut. Namun, pemerintah membuka peluang relaksasi kebijakan jika kondisi harga tetap stabil.

“Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand. Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan harga batu bara bagus, harga nikel bagus, kemudian kita akan bagaimana melakukan relaksasi terukur,” bebernya.

Presiden Tekankan Kedaulatan SDA

Presiden juga memberikan arahan khusus agar pengelolaan sumber daya alam lebih berpihak pada kepentingan nasional.

SDA dinilai sebagai aset strategis yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Lebaran Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita, sumber daya alam kita ini merupakan aset negara dan karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara,” jelas Bahlil.

Ke depan, pemerintah menargetkan program hilirisasi berjalan optimal, transisi energi terus dipercepat, serta produksi energi tetap seimbang dengan kebutuhan pasar.

Dengan kebijakan yang terintegrasi, mulai dari industri hilir, penguatan energi domestik, hingga pengelolaan SDA yang berdaulat, pemerintah berharap dapat membangun ekonomi nasional yang lebih kuat, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat global.***

Tags

Terkini