ekonomi

Data BPS: Harga Beras Naik di 200 Daerah, Ada yang Capai Rp60 Ribu per Kg  

Senin, 25 Agustus 2025 | 14:01 WIB
BPS catat harga beras mengalami kenaikan di 200 daerah di Indonesia (Instagram @sania_beras)

Sementara untuk beras premium, rata-rata harga mencapai Rp15.437 per kg atau naik 0,83 persen dari bulan sebelumnya.

Di Wakatobi dan Kepulauan Talaud, harga beras premium sudah mencapai angka Rp19 ribu per kg.

Kemudian di zona 2 meliputi Sumatra bagian utara, Kalimantan, serta beberapa wilayah timur, harga beras medium naik 1,40 persen dibanding Juli menjadi Rp14.872 per kg, jauh di atas HET Rp13.100.

Baca Juga: Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Usulkan 4 Langkah Agar Pendapatan Anggota DPR Wajar

Di Kabupaten Mahakam Ulu, harga tertinggi mencapai Rp19.900 per kg.

Selanjutnya, harga beras premium di zona 2 naik 0,97 persen menjadi Rp16.618 per kg di atas HET Rp15.400. Mahakam Ulu mencatat harga tertinggi Rp21.500 per kg.

Zona 3 mencakup Maluku dan Papua mencatat kenaikan harga paling signifikan.

Untuk harga beras medium naik 1,09 persen dibanding Juli menjadi Rp18.899 per kg, jauh di atas HET Rp13.500.

Di sejumlah kabupaten, seperti Intan Jaya, Puncak, dan Pegunungan Bintang, mencatat harga beras medium di atas Rp40 ribu per kg.

Untuk beras premium, rata-rata harganya mencapai Rp20.709 per kg, naik 0,64 persen dari bulan sebelumnya.

Baca Juga: Azizah Salsha dan Pratama Arhan Cerai, Sidang Perdana Digelar Tanpa Kehadiran Keduanya

Di Kabupaten Intan Jaya tercatat harga tertinggi, yakni Rp60 ribu per kg.

Menurut Amalia, meskipun pergerakan harga beras dan minyak goreng masuk kategori stabil, level harganya sudah tinggi.

"Artinya secara level, secara harga memang beras dan minyak goreng dalam kategori yang relatif tinggi atau relatif mahal, tetapi perubahannya IPH-nya rendah. Artinya ini stabil tapi stabilnya di harga yang tinggi," jelasnya.

Selain beras, komoditas lain yang turut mempengaruhi pergerakan harga pangan.

Halaman:

Tags

Terkini