Keputusan tersebut berdasarkan diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2025.
Pemangkasan tersebut menjadi yang keempat kalinya sepanjang tahun ini, sekaligus membawa BI rate ke level terendah sejak Oktober 2022.
Menurut penilaian BI, langkah ini sejalan dengan proyeksi inflasi yang masih sesuai target, nilai tukar rupiah yang stabil, serta pertumbuhan kredit yang melambat.
Pemangkasan suku bunga juga dipandang bisa memberi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Immanuel Ebenezer Anggota Kabinet Prabowo-Gibran Pertama yang Terjaring OTT KPK
Dari sisi teknikal, meski indikator Stochastic RSI masih menunjukkan potensi koreksi dalam jangka menengah, histogram MACD masih positif.
Hal ini menandakan adanya peluang akumulasi yang bisa membawa IHSG kembali menguat.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menyebut IHSG kemarin berhasil naik 1,03 persen dengan dukungan net buy asing sekitar Rp775 miliar.
Saham jumbo yang paling banyak dikoleksi asing antara lain BMRI, BBRI, BRMS, AMMN, dan ASII.
"IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan hari ini seiring dengan inflow asing yang cukup deras ke IHSG belakangan ini," tulis Fanny dalam risetnya, mengutip Kamis 21 Agustus 2025.
BNI Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di rentang support 7.850-7.900 dan resistance 8.000-8.050, dengan rekomendasi saham TLKM, ASII, PGEO, PANI, SCMA, dan CDIA sebagai pilihan trading.***