ekonomi

Gempa Dahsyat Guncang Perbatasan Myanmar-Thailand, Bursa Saham Thailand Disuspensi

Jumat, 28 Maret 2025 | 22:39 WIB
Bursa Saham Thailand ditutup (unsplash.com)

KONTEKS.CO.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah perbatasan Myanmar dan Thailand, Jumat 28 Maret 2025. Getaran kuat ini memicu kepanikan di beberapa kota besar, termasuk Bangkok dan Mandalay.

Di media sosial X, beredar rekaman dramatis runtuhnya gedung pencakar langit yang tengah dibangun di Bangkok akibat guncangan tersebut.

Otoritas Thailand saat ini masih melakukan pendataan terkait dampak kerusakan dan potensi korban jiwa.

Baca Juga: iPhone 16 Resmi Hadir di Indonesia! Cek Harga dan Spesifikasinya

Akibat gempa ini, Bursa Efek Thailand (SET) menghentikan seluruh aktivitas perdagangan untuk sesi sore. Dalam pengumuman resmi, operator bursa menyatakan bahwa langkah ini diambil guna mencegah volatilitas pasar akibat bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba.

"Menyusul kejadian gempa bumi, Bursa Efek Thailand dengan ini mengumumkan penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan," tulis SET di situs resminya.

Suspensi ini mencakup seluruh pasar keuangan utama, seperti SET, Market for Alternative Investment (MAI), dan Thailand Futures Exchange (TFEX). Sebelum disuspensi, indeks SET sempat anjlok 1,05% ke level terendah dalam lebih dari satu minggu, yaitu 1.175,45 poin.

Baca Juga: Edward Coristine, Sosok Kepercayaan Elon Musk, Diduga Bantu Kelompok Peretas

Myanmar Masih Melakukan Penyelidikan

Sementara itu, pihak berwenang Myanmar hingga saat ini belum memberikan laporan resmi terkait dampak gempa.

Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar menyatakan bahwa mereka tengah melakukan pencarian dan pendataan di ibu kota Yangon serta wilayah terdampak lainnya.

"Kami telah memulai pencarian dan berkeliling Yangon untuk memeriksa korban dan kerusakan. Sejauh ini, kami belum mendapatkan informasi apa pun," ujar seorang petugas kepada Reuters.

Baca Juga: Gedung Roboh Diguncang Gempa Myanmar, PM Thailand: Bangkok Zona Darurat

Dari kota Mandalay, beredar laporan bahwa beberapa bangunan bersejarah mengalami kerusakan parah.

Unggahan di media sosial menunjukkan puing-puing berserakan di jalan-jalan, namun Reuters belum dapat memverifikasi keaslian gambar-gambar tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini