Panel ini membahas potensi AI tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga nilai kolaborasi lintas sektor sebagai penggerak pertumbuhan digital.
Hari kedua juga diwarnai dengan engagement sessiondari Stanley Manzini (EDCH), yang mengajak peserta mengadopsi pola pikir siap masa depan dengan menekankan pentingnya kolaborasi ketimbang kompetisi.
Sementara itu, Expert Spotlight Stage menghadirkan format “silent talks” yang lebih intim bersama Telin EmpowHer, APJII, Biznet, i3Forum, Trade and Invest British Columbia, dan TDI (NeutraDC Nxera Batam), memberi wawasan segar sekaligus membuka ruang percakapan bisnis di area pameran.
BATIC 2025 kembali menegaskan gunanya sebagai wadah yang menyatukan inspirasi, pengetahuan, dan kolaborasi nyata. Melalui kombinasi diskusi formal, workshop, networking, dan interaksi budaya, forum ini memperkuat kemitraan, menumbuhkan persahabatan, dan melahirkan peluang baru bagi ekosistem digital Asia Pasifik.
Sebagai penutup hari kedua, para delegasi menikmati Farewell Dinner diiringi musik, kuliner khas Bali, dan suasana kebersamaan. Tradisi ini merayakan tidak hanya pertukaran ide, tetapi juga kerja sama dan persahabatan yang akan terus berlanjut.***
Artikel Terkait
Telkom Hadirkan DigiHack 2025, Ruang Inovasi AI Talenta Digital
Telkom Dukung Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah Berbagai Daerah
Telkom Ajak Mahasiswa, Pelajar, Komunitas, dan UMKM Kolaborasi dalam Program Bumi Berseru Festival 2025
Telkom Solution Luncurkan Telkom AI Center of Excellence untuk Percepat Adopsi AI di Indonesia
Telkom AI Center of Excellence Ditopang 4 Pilar, Percepat Adopsi AI di Indonesia