olahraga

An Se Young Raup Rp580 Juta plus Penghargaan Demokrasi dan Perdamaian Usai Berani Lawan Ketidakadilan

Sabtu, 18 April 2026 | 13:06 WIB
An Se Young raih penghargaan demokrasi dan perdamaian 19 April 2026. (Instagram @a_sy_2225)

KONTEKS.CO.ID - Sosok An Se Young emang nggak ada habisnya bikin decak kagum. Setelah menyandang status Juara Asia 2026, si Ratu Bulu Tangkis Dunia ini kembali naik podium.

Tapi kali ini, bukan buat terima medali emas, melainkan Penghargaan Demokrasi dan Perdamaian 19 April ke-7.

Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian An Se Young menyuarakan ketidakadilan dan sistem "toxic" di dunia olahraga Korea Selatan, terutama di internal federasinya sendiri.

Baca Juga: 2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Gus Miftah Sebut Lolos Efek Prabowo, Kaesang Optimis!

Berani Speak Up Meski Kena Mental Attack

Perjalanan An Se Young buat dapet penghargaan ini nggak gampang. Pasca-Olimpiade Paris 2024, An sempat membongkar bobroknya manajemen cedera dan sistem operasional Asosiasi Bulu Tangkis Korea (BKA) yang dinilai otokratis.

Alih-alih didukung, An justru sempat kena "serangan balik" berupa fitnah dari oknum petinggi BKA yang menyebutnya sebagai bintang yang nggak punya sopan santun.

Namun, An tetap slay dan membuktikan integritasnya lewat prestasi dan sikap yang tetap rendah hati.

"Penghargaan ini bukan hasil dari upaya saya sendiri, tetapi hasil gabungan dari kerja keras dan hati semua orang yang mendukung saya."

"Saya ingin menjadi seseorang yang menyampaikan harapan dan keberanian kepada banyak orang melalui olahraga," ungkap An Se Young di Seoul Press Center, Jumat 17 April 2026.

Baca Juga: Suster Natalia Pasrah ke Penjara Demi Tabungan Umat Rp 28 Miliar yang Dikuras Oknum BNI

Konsistensi Sang Ratu: No. 1 Dunia Selama 140 Pekan

Meski digempur kritik dan drama audit parlemen, atlet berusia 24 tahun ini tetap fokus latihan. Hasilnya nggak main-main.

An Se Young sukses mempertahankan takhta peringkat No. 1 dunia tunggal putri selama 140 pekan berturut-turut!

Komite pengarah memuji An bukan cuma karena medali emasnya, tapi karena ia berjuang sendirian melawan masalah kronis di dunia bulu tangkis yang selama ini tertutup rapat.

Baca Juga: Justice for Suster Natalia! Oknum BNI Tilep Rp28 M Milik Umat Gereja, Korban Cuma Diganti 7M Tanpa Kata Maaf?

Halaman:

Tags

Terkini