“Saat ini saya sedang menunggu laporan untuk program-program latihan di sana. Yang pasti mereka semuanya harus di bawah pusat. Kita akan betul-betul turun memantau,” ujarnya.
“Karena kan memang atlet ini usia juga kan relatif lebih muda jadi kalau program latihan bentuknya seperti apa kan lebih kurang pastinya juga sama dengan pelatnas. Mungkin bobotnya itu yang sedikit berbeda,” sambung Ricky.
“Rencananya di tanggal 10-11 April, saya akan hadir di pelatwil tengah untuk bersosialisasi dan berkoordinasi lebih lanjut. Juga memastikan kesiapan para atlet pelatwil yang akan turun di ajang Sirkuit Nasional A Jawa Timur (13-18 April),” katanya lagi.
Sebagai mantan atlet dan legenda bulu tangkis Indonesia, Ricky menyambut positif bergulirnya pelatwil ini. Ricky juga berharap akan ada progres baik dan hasil yang bagus ke depan.
Baca Juga: Menteri PU Spill Harga Bahan Bangunan Bakal Naik Imbas Perang di Timur Tengah
“Dulu di zaman saya ada yang namanya pelatda atau pusdiklat lalu vakum dan sekarang di kepengurusan Pak Fadil kembali diaktfikan. Saya rasa itu sangat baik dan harus terus dilanjutkan. Bagaimana yang terbaik di wilayah itu dijaga dan dipantau perkembangannya,” tutur peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu.
Dirinya juga berharap ke depan atlet-atlet ini ada progress baik, yang terpenting ada peningkatan dari disiplin, fisik, pencapaian prestasinya. Sehingga dua tahun ke depan seiring usia bertambah, kematangan bertambah bisa kelihatan potensi yang sesungguhnya.
“Lalu bisa masuk ke pelatnas atau menguasai nasional dulu sebagai level awal. Tidak mudah karena ini proses yang cukup panjang tapi sebisa mungkin nama-nama ini jangan hilang, artinya hilang ini tidak prestasi terus kita pindah yang baru-baru lagi, proses lagi kan,” tambah Ricky.
“Kita berharap dari yang ini ada, mungkin insya Allah mudah-mudahan, bibit-bibit potensi yang baik ini terus sampai ke depan,” pungkasnya. ***