KONTEKS.CO.ID – Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) segera mengambil langkah tegas terhadap para pemain nasional yang memutuskan hengkang lebih awal untuk menjadi pemain independen.
Mulai tahun ini, setiap pemain yang keluar sebelum kontraknya berakhir wajib membayar kompensasi yang nilainya setara hingga Rp2 miliar.
Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz, menegaskan klausul kompensasi yang selama ini longgar kini akan ditegakkan secara ketat.
Baca Juga: Lee Zii Jia Ajukan Syarat ke Malaysia untuk Thomas Cup 2026, BAM Cari Jalan Tengah
Usulan tersebut akan dibawa ke rapat dewan BAM pada Mei mendatang, tetapi Zafrul memastikan prinsip kebijakan baru ini sudah final.
“Dari sudut pandang prinsip, saya tidak mempermasalahkan penegakan klausul tersebut karena kami menginvestasikan jutaan ringgit untuk mengembangkan pemain dari tingkat akar rumput hingga profesional,” kata Zafrul.
Ia menambahkan mekanisme kompensasi ini setara dengan skema beasiswa perusahaan: jika masa pengabdian tak dipenuhi, maka wajib membayar kembali sebagian investasi.
Baca Juga: Viral MBG Datang Terlambat ke Sekolah di Gresik, Siswa yang Sudah Pulang Diminta Kembali Ambil Jatah
“Ini adil dari perspektif tata kelola,” ia menegaskan.
Berdasarkan aturan yang berlaku, pemain yang keluar lebih awal bisa dikenai kompensasi antara RM300 ribu hingga RM500 ribu, atau sekitar Rp1–2 miliar, tergantung peringkat dunia.
Mereka yang menolak membayar berpotensi menerima sanksi berat, termasuk larangan mengikuti turnamen internasional hingga dua tahun.
Baca Juga: Mayoritas Warga Tolak Indonesia Gabung Board of Peace dan Kirim Pasukan ke Gaza
Kebijakan disiplin ini bukan hal baru bagi BAM. Pada 2022, pemain elite Lee Zii Jia dan Goh Jin Wei sempat dijatuhi skors dua tahun setelah keluar dari BAM.
Hingga akhirnya mencapai penyelesaian damai tanpa sanksi finansial.