Marquez langsung juara di musim perdananya di MotoGP, meski diuntungkan cedera dan kesialan rival.
Musim berikutnya, 2014, ia makin menegaskan diri dengan dominasi lebih tegas meski sempat terganggu cedera pra-musim.
Namun, gelar paling berkesan tetap 2019.
Saat itu, Marquez tampil hampir tanpa cela, jarang keluar dari lima besar, dan menguasai hampir seluruh balapan.
‘The Race’ menyebutnya sebagai puncak performa sang juara dunia.
Dengan tujuh gelar, termasuk yang terbaru tahun ini, Marc Marquez sekali lagi membuktikan dirinya belum habis dan masih jadi kekuatan besar di lintasan MotoGP.***