olahraga

Raket Pintar, Masa Depan Baru Bulu Tangkis

Kamis, 25 September 2025 | 20:04 WIB
Ilustrasi raket pintar. (Istimewa)

Data tersebut dikirim ke ‘cloud’ sehingga pelatih dapat menganalisis secara langsung.

Baca Juga: Perjanjian Dagang UE dan Indonesia Buka Potensi Rp5,7 Triliun Industri Olahraga Eropa, Adidas dan Nike Girang

Di India, seorang pelajar SMA bahkan berhasil membuat prototipe raket berbasis IoT menggunakan Arduino.

Alat itu mampu mengukur kecepatan pukulan dan gerakan, lalu menyajikan data setelah permainan.

Sementara, pada 2024 ilmuwan memperkenalkan konsep yang lebih futuristik, yaitu raket ‘self-powered’ yang menghasilkan daya sendiri lewat material di senar dan grip.

Baca Juga: Lewat LokaModal, Menteri Maman Serukan UMKM Lebih Disiplin Atur Keuangan

Tanpa baterai, raket ini mampu mengidentifikasi lokasi shuttle saat mengenai senar dan posisi genggaman pemain, lalu mengirim data secara nirkabel.

Tantangan Berat

Meski menjanjikan, raket pintar menghadapi sejumlah tantangan.

Penambahan perangkat elektronik bisa membuat bobot raket lebih berat, hal yang sangat sensitif bagi atlet profesional.

Selain itu, harga juga menjadi pertanyaan besar.

Baca Juga: Lewat LokaModal, Menteri Maman Serukan UMKM Lebih Disiplin Atur Keuangan

Apakah pasar bersedia membayar lebih mahal demi fitur tambahan?

Belum lagi soal ketahanan perangkat, apakah sensor mampu bertahan menghadapi benturan keras atau penggunaan intensif?

Pengembangan Raket Pintar

Dengan basis pemain bulutangkis yang sangat besar, Indonesia memiliki peluang besar dalam adopsi maupun pengembangan raket pintar.

Selain bisa membantu latihan atlet, teknologi ini juga membuka kesempatan bagi industri lokal untuk ikut berinovasi, dari produsen raket hingga pengembang sensor dan perangkat lunak.

Halaman:

Tags

Terkini