KONTEKS.CO.ID – Pihak Jusuf Kalla (JK) merespons laporan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) ke Polda Metro Jaya terkait pernyataan mati syahid.
Diketahui, dalam video di link Masjid Kampus UGM menit 9 hingga 10, Jusuf Kalla memaparkan soal mati syahid.
Hal inilah mematik DPP GAMKI melakukan pelaporan ke Kepolisian.
Baca Juga: Viral Grup Chat Lecehkan Perempuan Diduga Mahasiswa FH UI, Ini Respons Kampus
“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya, Islam dan Kristen, berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti,” katanya dalam ceramah tersebut, melansir Senin 13 April 2026.
GAMKI pun menggelar pernyataan sikap dan konferensi pers bersama sejumlah elemen, antara lain Dewan Pakar Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Perjuangan Masyrakat Pluralisme, DPP Si Pitung, DPP Horas Bangso Batak, DPP Pasukan Manguni Makasiouw, DPP Aliansi Timur Indonesia, Tim Manguni, Timur Indonesia Bersatu, Pemuda Batak Bersatu, hingga Advokat Raja-Raja Batak.
Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat menyebut ada tiga poin penting mengenai hal ini. Pertama, menyatakan agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga.
Baca Juga: 12 Jam Mengudara Tanpa Transit, Prabowo Bawa Misi Energi hingga Geopolitik ke Moskow
“Justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun," ungkapnya dalam keterangan resmi tertulisnya, Senin 13 April 2026.
Kedua, pihaknya mengecam keras pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang menyakiti hati umat Kristen. Di samping itu, pernyataan ini dianggap menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
"Ketiga, maka bersama ini kami yang terdiri dari berbagai lembaga Kristen dan organisasi masyarakat bakal melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke kepolisian,” kata Sahat.
Setelah membacakan tiga poin tersebut, perwakilan lembaga Kristen dan ormas berangkat dari Sekretariat DPP GAMKI kawasan Menteng, Jakarta Pusat menuju ke Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Alhamdulillah! Istri Lahirkan Anak Pertama, Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah