KONTEKS.CO.ID - Pemerintah Indonesia memberi isyarat bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Rusia dalam waktu dekat.
Rencana tersebut dibongkar oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, meski detail agenda dan waktu pelaksanaannya masih menunggu pengumuman resmi.
“Ya, ada rencana demikian (kunjungan kerja ke Rusia),” ucap Teddy, Jumat, 11 April 2026.
Baca Juga: 3 Prajurit TNI Meregang Nyawa di Lebanon, Seskab Teddy Pastikan Tak Ada Rencana Indonesia Tarik Pasukan dari UNIFIL
Pernyataan ini menjadi sinyal awal bahwa langkah diplomasi Indonesia akan terus diperluas ke berbagai negara strategis di tengah terus memanasnya konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Detail Agenda Masih Tunggu Kemenlu
Meski rencana tersebut sudah ada, pemerintah belum mengungkapkan secara rinci kapan kunjungan itu akan dilaksanakan maupun agenda apa saja yang akan dibahas selama lawatan.
“Tapi untuk kepastiannya nanti Kementerian Luar Negeri akan menyampaikan,” imbuhnya.
Lanjutan Diplomasi Pascakunjungan ke Jepang
Rencana kunjungan ke Rusia disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hubungan bilateral dengan berbagai negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah melakukan kunjungan ke Jepang dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
“Ada beberapa negara yang tentunya sudah bekerja sama. Contohnya, kemarin Bapak Presiden baru kembali dari Jepang dan mungkin Pak Menteri ESDM sudah menyampaikan juga, ada kesepakatan terkait minyak dengan Jepang,” terang Teddy.
Baca Juga: Prabowo Blak-blakan Ada Aparat dan Pejabat yang Jadi Backing Pencuri Uang Negara
Kerja sama di sektor energi menjadi salah satu fokus utama dalam diplomasi tersebut, yang kemungkinan juga akan menjadi topik penting dalam rencana kunjungan ke negeri beruang merah.
Langkah Prabowo yang aktif melakukan kunjungan ke berbagai negara dinilai sebagai strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Selain aspek politik, kerja sama ekonomi, khususnya di sektor energi dan sumber daya, menjadi prioritas utama.
Rencana kunjungan ke Rusia itu diharapkan pemerintah dapat membuka peluang baru dalam berbagai sektor strategis sekaligus memperluas jaringan kerja sama internasional Indonesia.***