kriminal

Staf UIN Makassar Meninggal, Syok Terkait Kasus Uang Palsu

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:56 WIB
Keterangan pers terkait pengungakapan sindikat uang palsu di di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

KONTEKS.CO.ID - Sindikat pengedar uang palsu yang telah beroperasi selama 14 tahun di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar terbongkar.

 

Hingga saat ini belum dapat terdata secara pasti berapa banya uang palsu yang telah diedarkan selama sindikat ini beroperasi.

 

Hingga saat ini sebanyak 17 orang tersangka telah diamankan oleh Polres Gowa. Mereka adalah pegawai internal UIN Alauddin, ASN Pemprov Sulbar, karyawan bank BUMN, dan wiraswasta.

Baca Juga: Kasus Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar Terungkap, Pelakunya Orang Dalam Kampus

Salah satu tersangka berinisial M yang memili peran penting dalam kasus ini meninggal dunia sebelum sempat diperiksa polisi. Dia diperkirakan mengalami syok berat karena telah diketahui terlibat dalam jaringan peredaran urang palsu.

 

“Kami dengar informasi dugaan keterlibatan M dari lingkungan kampus. Tapi tidak ada yang bukti awal yang menguatkan,” kata Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar pada Sabtu, 21 Desember 2024.

 

Diketahui bahwa Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Andi Ibrahim (AI), diduga menjadi dalang di balik produksi dan peredaran uang palsu ini. 

Baca Juga: Polisi Duga Kampus UIN Makassar Jadi Tempat Produksi Uang Palsu

Sementara Annar Sampetoding diduga jadi pemodal untuk membeli bahan baku yang digunakan pelaku Muhammad Syahruna (52) dan John Biliater Panjaitan untuk membuat mata uang palsu.

 

Halaman:

Tags

Terkini