kriminal

Misteri Kematian Diplomat Muda Arya Daru, Kapolri: Penyidikan Dipercepat dan Maksimal

Sabtu, 12 Juli 2025 | 13:05 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tambah personel pengamanan di Pulau Rempang (dok Twitter)

KONTEK.CO.ID - Publik masih dikejutkan dengan kematian tragis Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar indekosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Juli 2025.

Jenazah Arya ditemukan pertama kali oleh penjaga indekos sekitar pukul 08.30 WIB setelah beberapa hari tidak terlihat.

Saat kamar diperiksa, tubuh Arya ditemukan dalam posisi tergeletak di atas kasur dengan kepala terbungkus lakban.

Menanggapi sorotan publik yang terus meluas, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Polri akan bergerak secara maksimal dalam mengungkap misteri di balik kematian diplomat muda tersebut.

Baca Juga: Keluarga Juliana Marins Kecewa, Hasil Autopsi Bocor ke Media

"Polri tentunya akan melakukan penyelidikan mendalam. Saya sudah perintahkan penyidik untuk bekerja lebih ekstra agar kasus ini segera bisa terungkap," tegas Kapolri kepada wartawan, Jumat, 11 Juli 2025.

Jenderal Sigit juga menekankan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi penting karena perhatian besar dari masyarakat.

"Karena memang ditunggu oleh publik dan masyarakat. Saya minta anggota bergerak maksimal setelah bukti-bukti terkumpul," katanya.

Autopsi Belum Selesai, Istri Korban Sudah Diperiksa

Baca Juga: Soal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Saya Melangkah karena Negeri Ini Terlalu Banyak Disakiti

Hingga saat ini, penyidik masih menunggu hasil autopsi resmi untuk mengetahui penyebab pasti kematian Arya.

Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan, termasuk istri korban, guna mendalami berbagai kemungkinan motif dan latar belakang insiden.

 

Pihak kepolisian menyatakan belum dapat mengambil kesimpulan apakah kematian Arya merupakan tindakan bunuh diri, pembunuhan, atau kecelakaan.

Halaman:

Tags

Terkini