KONTEKS.CO.ID - Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari tangan kreatif mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip).
Berawal dari keprihatinan terhadap limbah industri tahu dan pencemaran plastik sekali pakai, empat mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Undip menciptakan sebuah terobosan.
Terobosan itu adalah edible film atau plastik yang bisa dimakan dari bahan dasar limbah cair tahu dan mikroalga alias 'Chlorella vulgaris'
Inovasi ini diberi nama “Edible Film dari Limbah Tahu dan Mikroalga Chlorella vulgaris sebagai Alternatif Pengemas Ramah Lingkungan untuk Mendukung Indonesia Emas 2045.”
Produk ini tidak hanya bisa dimakan dan terurai secara alami, tetapi juga berfungsi sebagai kemasan aktif yang mampu memperpanjang umur simpan bahan pangan.
“Inovasi ini lahir dari keresahan kami terhadap dua masalah utama: limbah tahu yang melimpah dan polusi plastik yang kian parah. Kami ingin menghadirkan solusi yang fungsional dan berkelanjutan,” ujar Maya Qisthina Gaissani, ketua tim pengembang, Minggu, 18 Mei 2025.
Baca Juga: Wamen UMKM: Entrepreneur Hub Dorong Wirausaha Berbasis IPTEK
Penggunaan nata de soya—hasil fermentasi limbah tahu—menjadi kunci utama dalam pembuatan plastik alternatif ini.
Dipadukan dengan mikroalga 'Chlorella Vulgaris', tim berhasil menghasilkan kemasan yang biodegradable, zero waste, dan sesuai dengan prinsip ekonomi sirkular.
Inovasi ini sukses membawa pulang tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Cipta Nusantara Fest (C.N. Fest) 2025, yaitu Gold Medal di bidang Energi dan Lingkungan, predikat Best Idea, serta Juara 3 kategori Essay.
Dosen pembimbing tim, Yusuf Ma’Rifat Fajar Azis, S.T., M.T., menyebut pencapaian ini adalah hasil dari riset yang mendalam serta kolaborasi lintas disiplin.
Baca Juga: Aktif dalam Iptek, BRIN Ganjar Empat Orang Ini dengan Habibie Prize 2022
“Mahasiswa tidak hanya berinovasi, tetapi juga menyampaikan solusi konkret terhadap persoalan nyata di masyarakat,” katanya.
Dengan dukungan penuh dari TRKI Vokasi Undip, tim berharap produk ini dapat dikembangkan lebih lanjut.