ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun ini Diperkirakan Sekitar 5 Persen

Kamis, 24 April 2025 | 11:14 WIB
Faktor Penurunan IHSG mulai dari Sentimen Ekonomi hingga Isu mundurnya Sri Mulyani (foto: instagram.com/smindrawati)

KONTEKS.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan akan tetap berada di kisaran 5 persen meskipun terjadi ketegangan dagang. Begitu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kamis 24 April 2025.

Dia menegaskan delegasi pemerintah masih bernegosiasi dengan Washington untuk menghindari penerapan tarif balasan.

Perkiraan Menkeu Sri Mulyani itu sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang tercatat 5,03 persen.

Target pemerintah tahun ini adalah 5,2 persen, sementara Presiden Prabowo Subianto berjanji mendorong pertumbuhan hingga 8 persen pada 2029.

Pernyataan Sri Mulyani disampaikan dalam konferensi pers daring bersama Dewan Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia, yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Kepala Otoritas Jasa Keuangan, dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan.

Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berada di Washington untuk menghadiri pertemuan IMF-Bank Dunia.

Sementara, delegasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga berada di ibu kota AS.

Mereka masih mencoba menyelesaikan pembicaraan dagang dalam waktu 60 hari sejak pertemuan 17 April dengan pejabat perdagangan AS.

Dalam pertemuan itu Indonesia menawarkan membeli lebih banyak produk Amerika serta mengurangi hambatan non-tarif agar Amerika Serikat.

Itu supaya AS tidak memberlakukan tarif sebesar 32 persen atas ekspor Indonesia.

“Pemerintah akan secara aktif melakukan mitigasi dini, termasuk berkomunikasi dengan pemerintah AS," ujar Menkeu Sri Mulyani.

"Sebagaimana arahan Presiden, terus melakukan deregulasi untuk mengurangi hambatan perdagangan."

“Upaya juga akan terus dilakukan untuk melindungi permintaan domestik,” ujarnya.

Pasar keuangan Indonesia terkena dampak arus keluar modal sejak pengumuman tarif balasan oleh AS pada awal April.

Halaman:

Tags

Terkini