KONTEKS.CO.ID - Apple akhirnya secara resmi merilis iPhone 16 untuk pelanggan di Indonesia, Jumat kemarin.
Bukan hanya iPhone 16e yang baru saja diperkenalkan, tapi seluruh produk yang diumumkan pada musim gugur lalu.
Biasanya, iPhone baru tidak membutuhkan lebih dari 200 hari untuk masuk ke pasar-pasar lain.
Namun, Pemerintah Indonesia mewajibkan Apple membayar demi bisa menghadirkan teknologi iPhone terbaru ke konsumen di nusantara.
Greg Joswiak, Wakil Presiden Senior Pemasaran Apple, mengumumkan peluncuran tersebut lewat unggahan di X.
“Sangat senang pelanggan kami di Indonesia kini bisa menikmati jajaran iPhone 16, tersedia mulai hari ini!"
"Daya tahan baterai seharian, performa terbaik di kelasnya, dan sistem kamera luar biasa menjadikan iPhone 16 sebagai yang paling bertenaga dari kami sejauh ini.”
Reuters melaporkan bulan lalu Apple mendapat izin untuk merilis iPhone 16 di Indonesia mulai 11 April, setelah melakukan investasi sebesar USD300 juta atau sekitar Rp5 triliun.
Ben Lovejoy dari 9to5Mac merangkum situasi yang menyebabkan pelarangan iPhone 16 waktu itu secara singkat.
Apple awalnya berinvestasi di Indonesia dengan menanamkan USD109 juta untuk akademi pengembangan di sana, serta tambahan USD10 juta untuk produksi.
Pemerintah mengatakan Apple belum memenuhi komitmen awal karena hanya menghabiskan USD95 juta.
Meski kekurangannya relatif kecil, Indonesia tetap melarang penjualan dan penggunaan model iPhone 16 di dalam negeri.
Sebagai respons, Apple meningkatkan nilai investasinya untuk produksi dari USD10 juta menjadi USD100 juta.
Namun, pemerintah masih menginginkan lebih, bahkan berharap Apple menambah investasinya sepuluh kali lipat lagi, menjadi USD1 miliar.
Artikel Terkait
Apple TV Merugi Rp 16,5 Triliun Per Tahun, Gagal Bersaing di Pasar Streaming
Apple Pastikan iPhone 16 Meluncur di Indonesia pada 11 April