Ia menyadari bahwa pendekatannya terhadap permainan harus berubah seiring hilangnya pemain-pemain tersebut.
“Ketika Anda kehilangan pemain, pendekatan Anda terhadap permainan pasti berubah,” ucapnya.
“Saya tidak bisa bermain dengan cara yang sama dengan Joshua Zirkzee seperti yang saya lakukan dengan Amad.”
“Terkadang Anda ingin Bruno Fernandes menyentuh bola dalam permainan pembukaan karena dia sangat baik dalam mengalirkan bola, tetapi Anda juga ingin ia menekan, tetapi sangat sulit.”
“Dan, ketika Anda terus-menerus mengubah strategi untuk menyesuaikan dengan pemain, itu sangat sulit.”
Meski mengalami kesulitan, Amorim tetap bertahan dengan keyakinannya mengenai cara bermain timnya.
“Pola 4-4-2 dengan blok rendah lebih sulit untuk melawan tim seperti ini daripada yang kami lakukan tadi.”
“Mereka sangat terbuka dan membentangkan tim mereka.”
“Apa yang Anda lihat dan apa yang kami diskusikan setiap minggu, saya juga melihatnya.”
“Saya memiliki banyak masalah, pekerjaan saya sangat sulit di sini, tetapi saya tetap dengan keyakinan saya,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Masuk Rencana Ruben Amorim, Antony Segera Bergabung ke Klub La Liga
Persiapan Pertandingan Selanjutnya
Ketika ditanya mengenai langkah tim ke depan, Amorim mengingatkan agar tidak terfokus pada hasil masa lalu.
“Hal terbaik adalah melupakan masa lalu. Jangan terlalu fokus pada jadwal, jangan terlalu fokus pada momen, jangan terlalu fokus pada konteksnya,” kata Amorim.
“Terpenting adalah bekerja keras sepanjang minggu dan mempersiapkan pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Amorim Tidak Khawatir Dipecat
Meski tim menghadapi tekanan, Amorim menegaskan bahwa ia tidak khawatir tentang posisinya sebagai pelatih. “Saya tidak khawatir.
Artikel Terkait
Profil Amad Diallo, Penentu Kemenangan MU atas Southampton, Simak juga Komentarnya
Kata-Kata Amorim Usai Kekalahan MU dari Brighton di Old Trafford, Reaksinya Mulai Keras