KONTEKS.CO.ID - Pelatih Timnas U-20 India, Biby Thomas Muttath, menyatakan meski timnya menelan kekalahan besar 0-4 dari Indonesia pada laga Mandiri U-20 Challenge Series 2025, para pemainnya tetap bermain dengan percaya diri dan tidak tertekan dengan hasil tersebut.
Ada alasan yang jelas mengapa India bisa kalah seperti dan ini terlihat dari reaksi Biby.
"Persiapan kami memang terbatas, namun kami tidak menganggap remeh lawan," ujarnya.
"Walau hasilnya tidak sesuai harapan, kami tidak merasa pertandingan ini terlalu sulit," ujar Biby dalam sesi konferensi pers usai pertandingan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis malam.
Baca Juga: Kata-Kata Indra Sjafri Tanggapi Kemenangan Timnas U-20 Indonesia atas India 4-0
Disebabkan Kesalahan Kecil
Menurut Biby, kekalahan ini lebih disebabkan oleh kesalahan-kesalahan kecil dalam pertahanan yang memungkinkan Indonesia mencetak gol-golnya.
"Tentu Indonesia menunjukkan kualitas permainan yang baik. Namun, setiap gol yang tercipta sebenarnya adalah hasil dari kekeliruan kami dalam mengantisipasi serangan lawan," Biby menambahkan.
Meski begitu, Biby tetap optimistis bahwa turnamen Mandiri U-20 Challenge Series menjadi ajang penting bagi timnya untuk meningkatkan kemampuan.
Pemain India akan Terus Berkembang
Ia yakin para pemain muda India akan semakin berkembang dari pengalaman ini.
"Walaupun hasilnya belum memuaskan, saya percaya para pemain kami masih memiliki potensi untuk terus berkembang. Mereka akan berusaha lebih keras dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya," ia menjelaskan.
Levis Zangminlun, pemain muda India yang tampil dalam pertandingan tersebut, mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Indonesia menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Optimis dengan Potensi Tim
Meski tak berhasil meraih kemenangan, ia optimistis dengan potensi timnya.
"Memang hasilnya tidak kami harapkan, tapi kami tetap berusaha tampil sebaik mungkin," katanya.
Artikel Terkait
PSSI Luncurkan Logo Baru Timnas Indonesia, Kaya Motif dan Sarat Makna
Kronologi PSSI Pecat STY hingga Kebijakan FIFA soal Etika Kontrak Pelatih Sepak Bola