KONTEKS.CO.ID – Di balik megahnya penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, ada tangan-tangan terampil dari Sialkot, Pakistan.
Orang-orang di sana sangat lincah dan tekun dalam memproduksi seluruh bola resmi turnamen tersebut.
Pakistan kini menyumbang 70 persen produksi bola sepak dunia.
Baca Juga: Prabowo Bakal Resmikan Pabrik Mobil Listrik Berkapasitas 3 Ribu Unit di Magelang Hari Ini
Fakta itu menjadikan Sialkot sebagai pusat manufaktur global untuk bola pertandingan, latihan, hingga liga profesional.
Dalam proses pembuatannya, dua teknologi utama yang banyak digunakan adalah jahit tangan dan pengikatan termal.
Jahit tangan adalah metode tradisional yang dikerjakan tenaga manusia dengan benang poliester tebal.
Baca Juga: 2 Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Istana Jamin Stok BBM Aman
Kelebihan bola seperti ini terletak pada jahitan yang lebih kuat dan berdaya tahan tinggi.
Sedangkan kekurangannya tidak lain proses pembuatannya yang lambat karena sepenuhnya memakai tenaga manusia.
Selain itu bola jahit tangan lebih rentan menyerap air saat dipakai dalam cuaca hujan.
Baca Juga: VinFast Sasar Pengemudi Transportasi Indonesia, Hadirkan Skema Sewa Mulai Rp312 Ribu per Hari
Sementara metode pengikatan termal kelebihannya bentuk lebih stabil dan berdaya tahan tinggi.
Kelebihannya adalah bola ini membuat akurasi tembakan lebih baik dan hampir tidak menyerap air.
Artikel Terkait
Federasi Sepak Bola Jerman Bahas Boikot Piala Dunia 2026 Menentang Trump, Ikut atau Tolak?
Liga Primer Inggris Mulai Pakai Bola Edisi Akhir Musim, Puma Thrill
Akhirnya FIFA Jatuhkan Sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Israel, Dilarang Tampil?
Malu Gagal ke Piala Dunia 2026, Bos Federasi Sepak Bola Italia Mundur!