olahraga

Demi Sinkronisasi, Sekjen PBSI Ricky Soebagja Dipercaya sebagai Ketua Pelatwil

Kamis, 2 April 2026 | 16:45 WIB
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja, saat konferensi pers penunjukan PT Perada Swara Productions untuk penyelenggaraan kejuaraan bulu tangkis sepanjang 2026. (Foto: PBSI)

KONTEKS.CO.ID - PP PBSI menugaskan Ricky Subagja sebagai Ketua Pelatnas Wilayah (pelatwil) untuk tahun ini.

Dalam kapasitas barunya ini Ricky yang juga Sekjen PP PBSI akan memimpin penyelarasan atau sinkronisasi program serta memastikan aktivitas pelatwil berjalan efektif sebagai kepanjangan tangan pelatnas utama.

Penunjukan tersebut menjadi bagian dari agenda besar PBSI dalam menerapkan sistem pembinaan atlet yang lebih terdesentralisasi.

Baca Juga: Malaysia Denda Rp2 Miliar bagi Pemain yang Tinggalkan Tim Nasional Bulu Tangkis

Melalui model pelatwil, federasi berharap proses pencarian dan pengembangan talenta bulu tangkis dapat dilakukan lebih merata di seluruh Indonesia.

Hal ini sekaligus memperkuat konektivitas antara pembinaan daerah dan Pelatnas Cipayung.

Program pelatwil telah beroperasi sejak November 2025 dan mencakup dua titik: Medan sebagai pusat pembinaan untuk wilayah barat, serta Surabaya untuk wilayah tengah.

Baca Juga: Bareskrim Polri Periksa Pasangan Artis Dude dan Alyssa, Terkait Penipuan PT Dana Syariah Indonesia Senilai Rp2,4 Triliun!

Dari rangkaian seleksi yang dilakukan, sebanyak 16 atlet telah bergabung di pelatwil barat, sementara 32 atlet terpilih menjalani pembinaan di pelatwil tengah.

“Ketua umum telah mempercayakan untuk memimpin pelatwil, memastikan seluruh proses yang dimulai tahun lalu dapat berjalan sesuai tujuan,” ujar Ricky saat ditemui di Cipayung, Jakarta, Rabu, kemarin.

Ia menegaskan seluruh program latihan di pelatwil akan dirancang sejalan dengan pelatnas agar pembinaan berlangsung konsisten dan berkelanjutan.

Baca Juga: 63,5 Persen Warga Nilai Demokrasi Tetap Sistem Terbaik, Publik Tolak Militer Aktif di Pemerintahan

PBSI, kata dia, juga akan turun langsung memantau perkembangan setiap wilayah—mulai dari pembiayaan, penunjukan pelatih, hingga koordinasi teknis.

Ricky menambahkan sistem pelaporan akan dibuat menyeluruh, mencakup perencanaan program latihan, agenda kompetisi, hingga evaluasi berkala.

Halaman:

Tags

Terkini