KONTEKS.CO.ID - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Ester Nurumi Tri Wardoyo, dipastikan menepi lama setelah mengalami cedera serius pada bagian pangkal tulang kering kanan saat berlatih.
Cedera berupa retakan itu membuat Ester diperkirakan butuh waktu pemulihan sekitar tiga hingga enam bulan.
Bahkan itu masih bergantung terhadap hasil evaluasi medis dari tim dokter pelatnas PBSI.
Baca Juga: Komentar Putri KW Setelah Resmi Jadi Tunggal Putri Nomor 1 Indonesia
“Paling lambat, Ester baru bisa kembali berlaga pada Februari 2026,” ujar dr. Retnoningtyas, Sp.KO, dokter pelatnas PBSI dalam keterangan resmi Humas dan Media PP PBSI, Jumat 12 September 2025 malam.
Menurutnya, pemeriksaan awal menggunakan MRI menunjukkan adanya pembentukan callus atau tulang baru.
Hasil ini dinilai sebagai perkembangan positif dan sesuai dengan target pemulihan yang ditetapkan.
Baca Juga: Usaha Putri KW Tak Mau Melorot dari 10 Besar Tunggal Putri Dunia
Untuk mempercepat pemulihan, Ester kini menjalani program fisioterapi dan latihan penguatan secara intensif setiap hari.
Selain itu, evaluasi medis dijadwalkan berlangsung setiap enam pekan sekali untuk memantau progresnya.
Pada musim 2025, Ester sempat tampil di tiga turnamen internasional, yaitu Ruichang China Masters, Badminton Asia Championships, dan Taipei Open.
Baca Juga: Putri KW Lolos Perempat Final Tunggal Putri Indonesia Open 2025
Ia juga tercatat sebagai bagian dari skuad Indonesia di Piala Sudirman 2025.
Absennya Ester menambah panjang daftar kekosongan di sektor tunggal putri pelatnas.