• Sabtu, 18 April 2026

Bitcoin BTC Tembus Nilai Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Proyeksi Kemenangan Trump

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Rabu, 6 November 2024 | 17:53 WIB
Menurut nilai tukar BTC/USDT pada platform perdagangan kripto Binance, harga Bitcoin meningkat sekitar 9,26%. Foto: Ist
Menurut nilai tukar BTC/USDT pada platform perdagangan kripto Binance, harga Bitcoin meningkat sekitar 9,26%. Foto: Ist

KONTEKS.CO.ID - Harga Bitcoin BTC telah melonjak hingga hampir USD75.000 atau setara Rp1,188 miliar di platform Binance. Kenaikannya beriringan dengan proyeksi kemenangan Donald Trump di Pemilu AS 2024.

Menurut nilai tukar BTC/USDT pada platform perdagangan kripto Binance, harga Bitcoin meningkat sekitar 9,26%. Capaian ini memecahkan rekor sebelumnya sebesar USD73.778 (Rp1,169 miliar).

Pada satu titik pada hari Selasa 5 November 2024 kemarin, mata uang tersebut hampir mencapai Rp1,188 miliar sebelum akhirnya turun di kisaran USD74.200-74.300.

"Selain Bitcoin, mata uang kripto lainnya juga mengalami lonjakan harga, terutama koin Ethereum," tulis RT, Rabu 6 November 2024.

Lonjakan harga terjadi karena hasil pemungutan suara awal menunjukkan mantan Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mengamankan masa jabatan barunya di Gedung Putih. Ia terprediksi akan mengalahkan saingannya dari Partai Demokrat, Wakil Presiden AS Kamala Harris.

Selama kampanye, Trump berjanji untuk melindungi investor kripto dan bahkan menggunakan Bitcoin untuk membeli burger keju dan bir bagi para pendukungnya di sebuah bar di New York City.

Trump adalah petahana atau mantan presiden AS pertama yang melakukan pembayaran menggunakan mata uang kripto andalan tersebut.

Trump mengklaim bahwa penggemar Bitcoin diperlakukan "sangat buruk" di masa lalu oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Untuk itu, ia berjanji untuk memperlakukan investor kripto "dengan sangat adil" jika terpilih kembali.

Janjinya tampaknya berdampak pada pasar kripto karena investor percaya masa jabatan Trump berikutnya dapat menyebabkan pelonggaran peraturan. Di mana aturan yang semakin ketat selama empat tahun terakhir di bawah Presiden Demokrat Joe Biden dan pemerintahannya.

Para ahli percaya bahwa kemenangan Kamala Harris, di sisi lain, dapat menyebabkan penurunan nilai Bitcoin. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Terkini

Ultimatum Terakhir Kemkomdigi untuk Wikimedia

Sabtu, 18 April 2026 | 09:52 WIB
X