• Sabtu, 18 April 2026

Gunung Padang, Situs Prasejarah Cianjur yang Masih Jadi Misteri

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Minggu, 18 Desember 2022 | 07:29 WIB
Struktur bangunan berdesain punden berundak dari situs Gunung Padang diyakini lebih besar, serta lebih tua ketimbang piramida Giza di Mesir. Foto: Salsawisata
Struktur bangunan berdesain punden berundak dari situs Gunung Padang diyakini lebih besar, serta lebih tua ketimbang piramida Giza di Mesir. Foto: Salsawisata

KONTEKS.CO.ID - Situs Gunung Padang masih menyimpan misteri bagi peneliti. Bukan hanya tim peneliti lokal, tapi juga global karena situsnya yang diperkirakan berumur 20.000 tahun lebih.

Peneliti Indonesia bahkan pernah mendeklarasikan hasil studi yang menyatakan Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, adalah situs mirip piramida yang tertua di dunia. Temuan itu pernah dipresentasikan langsung dalam konferensi American Geophysical Union pada 2018.

Hasil riset bertahun-tahun menemukan Gunung Padang adalah runutan struktur kuno berlapis mirip seperti piramida dengan pondasi berusia sekitar 10.000 tahun lebih.

Struktur bangunan berdesain punden berundak ini diyakini lebih besar serta lebih tua ketimbang piramida Giza di Mesir.

Situs bersejarah Gunung Padang tersebut dikatakan sebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara.

Laporan Pertama
Kehadiran situs ini pertama kali dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, Buletin Dinas Kepurbakalaan) tahun 1914. Seorang sejarahwan asal Belanda, NJ Krom juga telah mengungkapnya pada 1949.

Kemudian situs Gunung Padang sempat terlupakan. Dan kembali terungkap ke permukaan pada 1979 setelh tiga penduduk setempat, Endi, Soma, dan Abidin, mengutrakan kepada Edi, Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, tentang temuan tumpukan batu-batu persegi besar dengan beragam ukuran yang tersusun pada suatu tempat berundak mengarah ke Gunung Gede.

Kemudian secara bersama-sama menggelar pengecekan. Lalu ditindaklanjuti adalah kajian arkeologi, sejarah, dan geologi yang dilakukan Puslit Arkenas pada 1979.

Di antara keunikan situs ini adalah sejumlah bagian batunya bisa mengeluarkan bunyi-bunyian seperti alat musik. Suara yang dihasilkan memiliki ciri khas nada tertentu. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Terkini

Ultimatum Terakhir Kemkomdigi untuk Wikimedia

Sabtu, 18 April 2026 | 09:52 WIB
X