KONTEKS.CO.ID - Sebanyak 209 personel TNI AD yang berasal dari Kodam XII/Tanjungpura dikerahkan membantu operasi evakuasi Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang jatuh di kawasan Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) hari ini, Jumat 17 April 2026.
Pengerahan personel TNI AD dilakukan untuk membantu tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) mempercepat penemuan lokasi jatuhnya helikopter dan evakuasi korban.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Donny Pramono mengatakan, operasi di lapangan dipimpin Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai, Brigjen Purnomosidi.
Baca Juga: Khutbah Jumat 17 April 2026: Amaliah Terbaik Pasca-Ramadan, Banyak yang Tahu tapi Sulit Dilakukan
Usai proses pencarian di medan yang cukup terjal, personel TNI AD dan tim SAR akhirnya menemukan lokasi titik jatuhnya helikopter.
Namun, proses pencarian harus dihentikan pada karena cuaca yang tidak mendukung dan medan yang cukup terjal, pada Kamis 16 April 2026 malam.
Personel TNI AD dan tim gabungan menunda proses evakuasi dan direncanakan akan dilanjutkan pada Jumat ini.
"Yang telah dilakukan personel sejauh ini, yakni mengamankan lokasi guna proses evakuasi berjalan aman dan lancar," ujar Donny.
Diharapkannya, proses evakuasi oleh personel TNI AD dan seluruh tim gabungan berjalan lancar dan kondusif.
Sebelumnya, 8 penumpang dan kru helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Seluruh korban telah ditemukan pada Jumat 17 April 2026 dini hari WIB. Lima korban tewas sudah dievakuasi dan tiga masih terjepit di dalam puing-puing badan helikopter.
Sementara, proses evakuasi tiga korban lainnya masih terus diupayakan pada Jumat pagi.
Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Zainal Abidin menyampaikan, kondisi medan yang sulit membuat tim gabungan harus bekerja ekstra.