daerah

Peneliti Unej Dalami ‘Fosil Hidup’ di Ijen Geopark, Erek-Erek Geoforest Masuk Kawasan Konservasi Tinggi

Kamis, 16 April 2026 | 11:45 WIB
Erek-Erek Geoforest (Unej)

KONTEKS.CO.ID - Penelitian berkelanjutan yang dilakukan dosen Biologi Universitas Jember atau Unej di kawasan Ijen Geopark tidak hanya mengungkap keberadaan tanaman purba.

Penelitian juga menegaskan pentingnya kawasan tersebut sebagai wilayah konservasi bernilai tinggi.

Sejak 2020, para peneliti terus mengkaji morfologi dan karakteristik paku pohon dari genus Cyathea.

Baca Juga: Indonesia Jadi Kunci Pasokan saat Dunia Kelebihan Nikel

Pengkajian itu mulai struktur batang, warna sisik, bentuk spora, hingga sistem reproduksinya.

Dua peneliti, Fuad Bahrul Ulum dan Dwi Setyati terlibat dalam upaya memperkaya data ilmiah terkait spesies yang disebut sebagai fosil hidup tersebut.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan tentang evolusi tumbuhan sekaligus membuka peluang riset lanjutan.

Baca Juga: Viral Nama Yenna Yuliana, Bos Pemenang Tender Motor Listrik MBG Rp2,4 T yang Tak Dikenal RT Setempat

“Kami juga meneliti kekayaan sumber daya alam lainnya di Erek-erek Geoforest, mulai lingkungan, tanaman hingga hewan yang ada,” ujar Hari Sulistyowati.

Nilai ekologis kawasan ini membuat Erek-erek Geoforest masuk kategori High Conservation Value (HCV) atau Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT).

Status ini diberikan pada wilayah yang memiliki nilai biologis, ekologis, sosial, atau budaya yang sangat penting.

Baca Juga: BMKG Bantah Kemarau 2026 Terparah dalam 30 Tahun, tapi Ingatkan Curah Hujan Akan Lebih Sedikit

“Erek-erek Geoforest harus kita jaga bersama, sebab harta yang tak ternilai bagi wilayah Tapal Kuda,” kata Hari.

Tags

Terkini