otomotif

Mobil Listrik Bekas Masih Sepi Peminat, Pedagang WTC Mangga Dua Ungkap Alasannya

Jumat, 25 Juli 2025 | 13:58 WIB
Di pasar mobil listrik, Toyota Urban Cruiser akan berkompetisi dengan pemain lama. Seperti Peugeot e-2008 dan Hyundai Kona Electric. (Car Magazine UK/Toyota)

Mereka menilai kepemilikan mobil listrik membutuhkan daya listrik rumah tangga yang besar, yang belum tentu tersedia di semua rumah.

"Kalangan menengah ke bawah akan pikir-pikir lagi. Nggak mungkin setiap hari isi di SPKLU. Sementara daya listrik rumah mereka belum tentu cukup buat ngecas mobil," ujar Roy.

Roy juga menyoroti selisih harga antara mobil listrik baru dan bekas yang dinilai tak terlalu jauh.

Menurutnya, perbedaan harga sekitar Rp30–40 juta dianggap tidak sebanding dengan risiko membeli mobil bekas yang garansinya sudah habis.

"Kalau selisihnya cuma Rp30 sampai Rp40 juta, ya jelas orang lebih milih yang baru. Karena yang beli mobil listrik itu rata-rata dari kalangan menengah ke atas, mereka butuh jaminan," tambah Roy.

Baca Juga: Kisah Legit UMKM Kurma Renaco Lejitkan Omzet Bersama Rumah BUMN BRI Jakarta

Dari sisi permintaan, menurut Roy, masyarakat kelas menengah ke bawah justru masih mengincar mobil bensin bekas yang kapasitasnya besar, tahan lama, dan mudah dalam perawatan.

Hal ini membuat pedagang tetap fokus menjual mobil konvensional karena pangsa pasarnya lebih jelas.

Dengan kondisi ini, mobil listrik bekas tampaknya masih harus menunggu waktu untuk benar-benar diterima pasar.

Tanpa adanya jaminan performa dan penurunan harga yang signifikan, kehadiran mobil listrik di bursa kendaraan bekas masih akan menjadi barang langka. ***

Halaman:

Tags

Terkini