lifestyle

Konflik Simpanse Bisa Hancurkan Struktur Sosial, Terbukti Populasi Turun Drastis

Kamis, 16 April 2026 | 15:20 WIB
Ilustrasi simpanse. (Istimewa)

Menurut Ronny, ancaman terhadap simpanse tidak hanya berasal dari manusia seperti deforestasi dan perburuan, tetapi juga dari dinamika internal kelompok mereka sendiri.

Baca Juga: Spill Motif Penyiraman Air Keras Wakor KontraS: Fix, Dendam Pribadi!

“Melindungi simpanse tidak cukup hanya menjaga hutan, tetapi juga memahami dinamika sosialnya,” tegasnya.

Ia menekankan perlunya strategi konservasi yang lebih komprehensif, mulai pemantauan sosial jangka panjang, perlindungan habitat dan sumber daya, hingga menjaga keberadaan individu dewasa.

Keberadaan individu dewasa itu terutama pejantan tua yang bisa dijadikan sebagai penyeimbang sosial.

Baca Juga: Kenalkan Firoos Ghathfaan Ramadhan, Bocah asal Subang Penemu Kelemahan Sistem NASA dari Gempuran Penjahat Siber

“Perlindungan habitat dan sumber daya harus dijaga agar pertempuran tidak semakin meningkat,” ujarnya.

Ronny juga menyoroti pentingnya kolaborasi global dan edukasi masyarakat lokal dalam upaya pelestarian.

“Perang antarsimpanse di Kibale, Uganda, bukan hanya fenomena biologis, tetapi mencerminkan kompleksitas sosial yang mirip manusia," ujarnya.

Baca Juga: Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi Dibongkar, 11 Tersangka Ditangkap, Komodo Korban Terbanyak

"Konservasi harus menjaga keseimbangan komunitas secara menyeluruh."***

Halaman:

Tags

Terkini