lifestyle

Konflik Simpanse Bisa Hancurkan Struktur Sosial, Terbukti Populasi Turun Drastis

Kamis, 16 April 2026 | 15:20 WIB
Ilustrasi simpanse. (Istimewa)

KONTEKS.CO.ID - Konflik antarkelompok simpanse seperti yang terjadi di Uganda tidak hanya bersifat agresi biasa.

Lebih dari itu konflik berkembang menjadi serangan terorganisasi yang menyebabkan kehancuran struktur sosial dan penurunan populasi signifikan.

Ahli genetika ekologi Ronny Rachman Noor dari IPB University mengutip studi The University of Texas yang dimuat dalam jurnal Science.

Baca Juga: Simpanse Bisa Perang Saudara, Ilmuwan IPB Ungkap Kemiripan Sosial dengan Manusia

Ia mencatat bagaimana kelompok Barat melakukan serangan sistematis terhadap kelompok lain.

“Peneliti menyebut bentuk serangan kelompok Barat secara terorganisasi ini sebagai collective raids,” katanya.

“Simpanse bekerja sama, menyusun strategi, hingga melakukan pembunuhan sistematis terhadap kelompok lain.”

Baca Juga: Profesor di Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswi Pertukaran

Serangan tersebut terutama menargetkan kelompok Tengah, termasuk betina dan anak, yang kemudian menjadi korban konflik berkepanjangan.

Akibatnya, struktur sosial kelompok yang tersisa mengalami keruntuhan serius.

“Kehilangan anggota kelompok mengakibatkan runtuhnya struktur sosial, melemahkan kerja sama, dan mengurangi kemampuan kelompok untuk bertahan hidup,” kata Ronny.

Baca Juga: Diduga Terima Uang Rp1,5 Miliar, Ketua Ombudsman Hery Susanto Atur Soal PNBP PT TSHI

Dampaknya tidak hanya sosial, tetapi juga genetik.

Populasi yang menurun drastis menyebabkan berkurangnya variasi genetik, meningkatnya kerentanan terhadap penyakit, serta menurunnya kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Halaman:

Tags

Terkini