KONTEKS.CO.ID - Real Madrid harus mengubur impian meraih gelar Piala Dunia Antarklub 2025 setelah takluk telak 0-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) di babak semifinal.
Laga yang digelar di MetLife Stadium ini menjadi ajang pembuktian bahwa perubahan strategi tak selalu berbuah manis.
Pelatih anyar Real Madrid, Xabi Alonso, mengakui bahwa keputusan mengubah formasi menjadi empat bek menjadi titik lemah timnya dalam laga tersebut.
Keputusan itu diambil menyusul absennya dua pemain kunci: Dean Huijsen yang terkena sanksi dan Trent Alexander-Arnold yang belum pulih dari cedera.
“Saya mengubah formasi yang sebelumnya lima bek menjadi empat bek, tapi itu tidak berjalan seperti yang diharapkan,” ujar Alonso, dikutip dari ESPN.
“Kami tertinggal dua gol lebih dulu dan gagal menemukan ritme permainan. Kekalahan ini menyakitkan.”
Baca Juga: Polisi Jaga Ketat Sidang Pledoi Hasto, Barang Bawaan Pengunjung Harus Lewati X-Ray
Alonso menurunkan Gonzalo García sebagai starter bersama Kylian Mbappe yang kembali tampil setelah absen di sebagian besar laga karena kondisi fisik.
Namun, kehadiran Mbappe tak mampu menyelamatkan Los Blancos dari tekanan bertubi-tubi PSG.
PSG tampil dominan sejak menit awal. Fabian Ruiz membuka keunggulan pada menit ke-6, disusul Ousmane Dembele yang mencetak gol cepat pada menit ke-9.
Baca Juga: Cerita Dahlan Iskan soal Kronologi, Status Tersangka, Saham, dan Perseteruan dengan Jawa Pos
Ruiz kembali mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-24, dan kemenangan disempurnakan oleh Goncalo Ramos di menit ke-87.
Real Madrid sendiri gagal menunjukkan tanda-tanda kebangkitan hingga peluit panjang berbunyi. Meski sempat memiliki peluang di babak kedua, Alonso menyebut anak asuhnya tidak tampil sesuai harapan.